,
Menjadi tanggung jawab Direksi, menyajikan laporan keuangan yang sesuai prinsip dan standar akuntansi yang diterima umum, merupakan kewajiban yang...
Aksi demonstrasi Jaringan Mahasiswa Hukum Indonesia (JMHI) di kantor pusat Bank Rakyat indonesia dan gedung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pada 15...
Suarajournalist-kpk.id-Kubu Raya- Penyelenggara proyek jasa milik pemerintah perlu transparan di samping kualitas dan mutu di pertanyakan hasil...
Penggiat anti korupsi LSM Kampak Papua mendesak kepada Polda Papua agar secepatnya menetapkan tersangka dugaan korupsi anggaran Sentra Pendidikan...
Sepuluh Desa di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan bakal dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo, atas dugaan...
SUARAJOURNALIST-KPK.ID | Jakarta-Salah satu tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan...
20 Maret 2021 | Dibaca: 105 Kali
Pernyataan Sikap Alumni Fakultas Universitas Pamulang dan Forum Komunikasi Alumni S1 Akuntansi Universitas Pamulang Terkait Pernyataan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Wilayah Banten

Alumni fakultas hukum Universitas Pamulang (HIIMNIKUM) dan Forum Komunikasi Alumni Akutansi (FOKALSIUM) menuntut Dr. Po. Abas Sunarya,M.Si. selaku Ketu Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah Banten meminta maaf. Tuntutan tersebut diajukan terkait pernyataan APTISI wilayah Banten yang keberatan dengan adanya statement meragukan kualitas kampus dengan biaya murah. 

Ketua HIMNIK UM, Dr.Dodi Sugianto,S.H.,M.H,,M.kn. menilai penolakan pembangunan kampus Unpam di Kota Serang yang dilakukan oleh APTISI sangat tidak mendasar. Dodi menilai alasan APTISI Banten menolak pembangunan kampus karena biaya murah merupakan bentuk penyebaran informagi bohong yang tidak berdasarkan kajian akademis. 

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Fokalsium saudara Deddi Kurniawan,S.E., bahwa APTISI perlu mengklarifikasi dan meminta maaf terhadap Universitas Pamulang terkait pernyataannya yang sudah bergulir di media massa. 

"APTISI Banten harus meminta maaf terhadap Unpam sebagai pionir kampus dengan biaya murah yang tidak berkonsep komersialisasi pendidikan dalam pengelolaannya. 

Dodi menyampaikan penolakannya terhadap pembangunan Kampus dengan biaya murah adalah suatu bentuk tidak mendukung program pemerintah dalam upaya peningkatan Sumber daya manusia indonesia " ujar alumni Unpam tersebut dalam konferensi di Pamulang Tangerang Selatan,  pada hari Sabtu (21/03/2021) 

Lebih lanjut, Dodi menyampaikan tindakan APTISI Banten yang melakukan audensi keberatan dengan adanya kampus Unpam terhadap Walikota Serang merupakan tindakan yang tidak mencotohkan seorang terpelajar. APTISI dianggap tidak pantas mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan keonaran dikalangan masyarakat 

"Apa yang dilakukan APTISI Banten sangat merugikan nama baik Unpam," Ucap Alumni Universitas Pamulang yang juga sudah menyelesaikan Program Doktor Ilmu Hukum pada kampus Universitas Padjajaran (UNPAD) tersebut. 

Dodi menilai semestinya APTISI Banten bergembira dan menyambut dengan baik kehadiran kampus Unpam di Kota Serang. Pasalnya kampus tersebut akan membantu masyarakat terutama dalam bidang pendidikan.

Semestinya APTISI Banten menyambut Unpam dengan baik. Karena kampus itu akan akan membantu  masyarakat mengenyam pendidikan Perguruan tinggi sesuai yang diamanahkan oleh Konstitusi untuk mencerdaskan anak bangsa. Terkait itu Alumni Fakultas Hukum universitas Pamulang (HIMINIKUM) dan Forum komunikasi S1 Akutansi (FOKALISUM) menyatakan sikap yakni bahwa, 

1. Kami Alumni, terkait dengan pernyataan Dr.Po. Abas Sunarya, M.Si. selaku Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Wilayah Banten terkait dengan Statement Kampus dengan biaya murah diragukan kualitasnya ,adalah berita atau informasi yang tidak didukung dengan kajian-akademis, apa alagi pernyataan tersebut oleh oleh seorang Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Wilayah Banten yang menimbulkan keresahan dan keonaran (membuat gaduh) di kalangan masyarakat yang mana pernyataan tersebut diduga merupakan suatu kebohongan karena tidak didukung oleh Kajian Akademis. 

2. Kami selaku Alumni terkait dengan Statement menyatakan kampus dengan biaya murah diragukan kualitasnya merupakan pola pikir komersialisasi pendidikan. Dengan ini untuk kemajuan pendidikan di Provinsi Banten, kami selaku Alumni dari Perguruan Tinggi di Banten meminta Ketua APTISI untuk mengundurkan diri dikarenakan pemikirannya telah menjurus kepada komersialiasi pendidikan. 

3. Apabila dalam waktu 3x24 jam Dr.Po. Abas Sunarya, M,Si. selaku Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Wilayah Banten tidak mengajukan permintaan maaf atas pernyataannya terkait kampus dengan biaya murah diragukan kualitasnya maka kami akan melaporkan secara Hukum Pidana dan mengajukan Gugatan secara hukum perdata.
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 – 0856 9018 509
>