,
Muba Suara Journalist KPK. Jalan di Kampung 4 RT 4 Desa Sungai Dua Belum Diperbaiki, Masyarakat Resah Kecamatan Sungai Keruh  kabupaten musi...
Jakarta, Suara Journalis KPK. Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) Evert Nunuhitu datang ke Ombudsman (ORI) untuk melaporkan...
Pati, Suara Journalist KPK- Seorang oknum sektetaris desa yang berinisial W, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah...
Kupang, Suara Journalist KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera melakukan investigasi sehubungan dengan pemberian kredit Bank...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
15 November 2024 | Dibaca: 2035 Kali
Video Paksa Siswa Sujud, Pengacara Kondang : Cuma Preman Ingusan Yang Terlihat Pada Video

Surabaya - Pengacara Kondang, Albert Riyadi angkat bicara terkait kasus pengusaha klub malam Ivan Sugianto yang viral lantaran menyuruh anak sekolah sujud dan meminta maaf kepadanya.

Albert mengatakan, perilaku Ivan sudah kelewat batas dengan menginjak harkat dan martabat seseorang bagaikan binatang.

"Saya pribadi adalah orang Surabaya. Tindakannya ini sudah mencoreng nama baik Kota Surabaya. Ya kasihanlah dengan mental dan psikis anak tersebut" kata Albert kepada Sketsindonews, Kamis, (14/11/24).

Seharusnya, lanjut Albert, hal tersebut diselesaikan di ruang lingkup sekolah apalagi di muka umum.

"Pada video itu ada juga beberapa orang yang berusaha mengancam kepada orang tua si anak. saya berharap orang-orang tersebut juga diamankan pihak Kepolisian" katanya.

Albert merasa cukup menggelitik dengan perilaku yang ditunjukan Ivan. Pasalnya, tindakannya seakan-akan mau menunjukan power atau ingin menunjukan di depan umum siapa dirinya.

"Saya yakin backingan yang dimiliki dia bukan dari intitusi apalagi pemerintahan. Sudah gak zamannya lagi kayak gitu, cuma preman ingusan yang nampak pada video tersebut" ucapnya.

Selain itu, Albert juga mengatakan bahwa tidak perlu takut dia (Ivan) itu siapa, terkait dia bos atau punya apa pun.

"Kalau salah ya harus tetap disalahkan, gak peduli kekayaan dia berapa, karena harkat dan martabat manusia tidak bisa dibeli dengan uang, apalagi sampai mengganggu psikis anak yang dimana pasti memiliki dampak yang panjang terhadap korban" ujarnya.

Terakhir, Albert mengapresiasi kepada pihak Kepolisian, khususnya Polda Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya yang dengan quick respon menindak dan menangkap pelaku.

"Salut kepada Kepolisian, khususnya Polda Jawa Timur di bawah komando Pak Imam Sugianto dan Polrestabes Surabaya yang di komandoi Pak Luthfie Sulistiawan" pungkasnya.
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>