KOWANI Ajak Orang Tua dan Masyarakat Dukung Bakat serta Karakter Anak Indonesia
JAKARTA, 5 Oktober 2026 — Ketua Umum KOWANI Periode 2024–2029, Ny. Nannie Hadi Tjahjanto, menekankan pentingnya pengembangan bakat anak yang berjalan seiring dengan pendidikan karakter, perlindungan, dan pemenuhan hak anak.
Hal tersebut disampaikan KOWANI sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan prestasi anak-anak dari berbagai daerah dalam Anugerah Anak Indonesia Awards 2026 yang berlangsung pada 3 Oktober 2026.
Nannie menilai setiap anak memiliki potensi yang patut dihargai. Penghargaan terhadap prestasi anak diharapkan dapat menjadi penyemangat untuk terus belajar, berkarya, dan menghargai setiap proses yang dilalui.
Menurut Nannie, pendampingan terhadap anak perlu memperhatikan minat, usia, dan kebutuhan masing-masing. Pengembangan bakat juga harus tetap menjaga keseimbangan antara waktu belajar, bermain, dan beristirahat.
Dorong Anak Terus Kembangkan Bakat
Dalam pemberitaan Rajawali Citra yang dibagikan kepada KOWANI, Dr. Jusuf Kristianto, MPH, PhD, selaku juri Duta Kebaya Batik Cilik dan Remaja Indonesia, menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme sekitar 200 anak yang mengikuti kegiatan tersebut, termasuk peserta dari Papua dan Bali.
Jusuf mendorong anak-anak untuk terus mengasah bakat, tekun berusaha, dan tidak mudah menyerah dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.
Nannie menilai, penghargaan terhadap anak tidak semata-mata menjadi bentuk apresiasi atas prestasi. Lebih dari itu, penghargaan dapat menjadi ruang untuk memberikan motivasi agar anak terus belajar, berkarya, dan percaya terhadap kemampuan dirinya.
Karena itu, proses pendampingan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anak. Setiap anak memiliki karakter dan potensi yang berbeda sehingga membutuhkan dukungan yang tepat dalam proses tumbuh kembangnya.
Ciptakan Lingkungan yang Aman
Sebagai Ibu Bangsa, Nannie mengajak orang tua, pendidik, komunitas, dan penyelenggara kegiatan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang bagi anak.
Menurut Nannie, anak perlu didengar dan dihargai usahanya. Ketika menghadapi kesulitan, anak juga perlu mendapatkan dukungan agar mampu bangkit dan melanjutkan proses pengembangan dirinya.
Keberanian untuk meminta bantuan ketika menghadapi kesulitan, lanjutnya, merupakan bagian dari ketangguhan. Karena itu, keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat perlu menjadi ruang yang mendukung anak untuk tumbuh secara sehat dan percaya diri.
Perkuat Pendampingan di Ruang Digital
Perhatian terhadap tumbuh kembang anak, kata Nannie, juga perlu mencakup pendampingan di ruang digital.
Keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam membantu anak memilah informasi, menjaga privasi, menghindari konten berbahaya, serta mengenali perundungan di ruang digital.
Nannie menilai teknologi perlu diarahkan menjadi sarana belajar dan berkreasi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pendampingan diperlukan agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus memahami berbagai risiko yang mungkin muncul.
Melalui kerja sama antara keluarga, sekolah, komunitas, dan berbagai pihak, Nannie berharap dapat lahir generasi yang sehat, percaya diri, kreatif, berempati, serta mencintai budaya bangsa.
Penguatan keluarga dan perlindungan anak, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Sebagai penegasan atas komitmen tersebut, KOWANI menyampaikan pesan, “Rawat Bakatnya, Kuatkan Karakternya, Lindungi Tumbuh Kembangnya.”