28 Mei 2019 | Dibaca: 1573 Kali
Witjaksono Ketua Koordinator Program Pertanian PBNU Konsisten Dukung Program Arus Baru Ekonomi Indonesia

Suarajournalist-kpk.id- Jakarta- Forum Group Discussion yang selalu di gelar secara rutin oleh PBNU kali ini digelar atas prakarsa Pengusaha dan Profesional Nahdiyin dalam diskusi yang diadakan Minggu ini mengangkat tema “Pengembangan Koperasi Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif dalam mendukung Perekonomian Nasional” yang dilaksanakan di Kantor PBNU Jl. Kramat Raya Jakarta Pusat, Senin(27/5/2019)
Salah satu narasumber dalam acara tersebut adalah Pengusaha muda NU Witjaksono ia mengatakan bahwa program pemerintah khususnya di Kementerian Pertanian saat ini sudah baik, dan kami berkomitmen untuk mendukungnya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa ia juga akan memberdayakan para pengusaha Nahdliyin dan akan menjaga swasembada pangan melalui kontribusinya terhadap program pemerintah disektor pertanian. Apalagi jika ada kader Nahdatul ulama yang di percaya menjadi salah satu menteri kabinet di periode kedua ini maka program program promosi dan program arus baru ekonomi Indonesia pasti dapat berjalan dengan lebih baik.
Ia mengaskan bahwa ia akan mendukung program pemerintah khususnya di bidang pangan dan pertanian jika itu positif. Kami di PBNU akan berkolaborasi untuk mencapai swasembada pangan dan menjadikan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia sesuai program kementerian pertanian saat ini.
Saat ini warga NU sudah hadir di pelosok daerah untuk mencari atau mensurvei potensi-potensi besar pada sektor pertanian.
Dia juga menegaskan bahwa ia akan melakukan penyaluran hasil panen, membantu harga jual produk dari petani hingga membantu menstabilkan harga dengan membentuk ratusan koperasi untuk menjamin kesejahteraan petani. Dan saat ini program tersebut sudah berjalan dengan baik hanya saja kedepan akan lebih ditingkatkan lagi.
Pembinaan dan sosialisasi ke petani mulai dari pengaturan lahan, penyediaan bibit, dan pupuk berkualitas beserta seluruh kebutuhannya rutin kami lakukan.Kami juga sudah melakukan pendampingan berjalan selama proses penanaman hingga panen dengan tambahan alat-alat pertanian modern dan canggih, sehingga hasil produksi petani akan jauh lebih maksimal sehingga nilai ekonomisnya meningkat juga.
Terkait masalah garam kedepan ia akan mengusulkan pemerintah untuk tidak harus mengimpor lagi. Tetapi hal yang harus dilakukan adalah merevitalisasi tambak garam dengan cara meningkatkan kapasitasnya.
Kami juga akan mengajak warga yang tinggal di dekat pantai agar menggarap lahan garam karena garam merupakan komoditas unggulan bangsa Indonesia sejak sebelum Indonesia merdeka juga garam Indonesia sudah terkenal di seluruh penjuru dunia ujarnya.