,
Muba Suara Journalist KPK. Jalan di Kampung 4 RT 4 Desa Sungai Dua Belum Diperbaiki, Masyarakat Resah Kecamatan Sungai Keruh  kabupaten musi...
Jakarta, Suara Journalis KPK. Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) Evert Nunuhitu datang ke Ombudsman (ORI) untuk melaporkan...
Pati, Suara Journalist KPK- Seorang oknum sektetaris desa yang berinisial W, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah...
Kupang, Suara Journalist KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera melakukan investigasi sehubungan dengan pemberian kredit Bank...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
08 November 2021 | Dibaca: 1717 Kali
Diskusi Nasional Muaythai Indonesia Di Jakarta

Cabang Olahraga (Cabor) Muaythai terancam tidak akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara (Sumut) tahun 2024.

Wakil Ketua Umum 1 Koni Pusat, Mayor Jenderal TNI (Purn) Suwarno mengemukakan pihaknya melakukan beberapa evaluasi pasca PON Papua 2021 kemarin.

“Evaluasi dihadapkan dengan penyelenggaraan, sehingga kita akan menemukan hal-hal yang perlu untuk lebih baik” kata Suwarno kepada awak media di Hotel Santika, Taman Mini, Jakarta Timur, pada Minggu (7/11/21) malam.

Mantan Pangdam V/Brawijaya itu mengatakan, cabang bela diri sudah banyak yang menerapkan sistem penilaian yang baik, sehingga tidak menimbulkan suatu permasalahan atau komplain dari berbagai atlet dan kontingen dari masing-masing provinsi.

“Kita melihat Taekwondo bagus, tidak ada masalah, Karate tidak ada masalah. Tapi khusus untuk cabang Muaythai ini kita melihat masih banyak yang harus diperbaiki” ucapnya.

Suwarno mengambil contoh diawali dari sebelum bertanding sudah menolak untuk melakukan test antigen.

“Saya menyampaikan kalo yang tidak mau test ya silahkan tidak usah bertanding, kalau seandainya seluruhnya tidak mau ditest antigen, ya silahkan Muaythai dicoret, tidak usah bertanding di PON” tegasnya.

Selain itu, Suwarno juga menyampaikan edaran berdasarkan pengalaman dari PON sebelumnya, pihaknya mengupayakan tidak terjadi perolehan medali emas ganda.

“Ternyata terjadi!, masih juga terjadi hal-hal protes dari Koni-Koni provinsi, yaitu dimenangkannya atlet DKI yang dengan atlet Kaltim” ucapnya.

Atlet tersebut, Suwarno bilang, sudah lempar handuk di ronde pertama, namun dilanjutkan kembali hingga ronde ketiga.

“Yang itu ujung-ujungnya sampai tingkat PB PON, yang mestinya ini tidak boleh juga terjadi,
sehingga kami melihat bahwa salah satu sistem yang digunakan (Muaythai) untuk penyelenggaraan pertndingan itu tidak bagus” pungkasnya.
 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>