,
Muba Suara Journalist KPK. Jalan di Kampung 4 RT 4 Desa Sungai Dua Belum Diperbaiki, Masyarakat Resah Kecamatan Sungai Keruh  kabupaten musi...
Jakarta, Suara Journalis KPK. Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) Evert Nunuhitu datang ke Ombudsman (ORI) untuk melaporkan...
Pati, Suara Journalist KPK- Seorang oknum sektetaris desa yang berinisial W, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah...
Kupang, Suara Journalist KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera melakukan investigasi sehubungan dengan pemberian kredit Bank...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
04 Februari 2020 | Dibaca: 1526 Kali
Gapki: Ekspor Kelapa Sawit Tumbuh 4,2% Sepanjang 2019

Jakarta. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono, mengungkapkan ekspor minyak sawit Indonesia terdiri (CPO dan turunannya) sepanjang 2019 mencapai 36,17 juta ton. Angka tersebut tumbuh 4,2% dari capaian pada periode sama tahun lalu yang mencapai 34,70 juta ton.

“Ekspor harus kita jaga. Mudah-mudahan tahun ini lebih baik,” kata Joko dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/2/2020).

Sementara itu, secara nilai industri sawit tahun lalu menyumbang devisa sebesar US$ 19 miliar. Nilai ini turun 17% jika dibandingkan dengan nilai ekspor minyak sawit 2018 sebesar US$ 23 miliar.

Joko mengatakan, destinasi utama ekspor produk minyak sawit tahun 2019 selain oleokimia dan biodiesel Indonesia adalah China sebesar 6 juta ton, India 4,8 juta ton, EU 4,6 juta ton. Khusus untuk produk oleokimia dan biodiesel, ekspor terbesar adalah ke China sebesar 825 ribu ton diikuti oleh EU 513 ribu ton.

“Ekspor minyak sawit ke Afrika yang naik 11% pada 2019 dari 2,6 juta ton pada 2018 menjadi 2,9 juta ton dan menunjukkan tren meningkat dari tahun ke tahun memberikan sinyal positif untuk pasar produk minyak sawit Indonesia,” tambahnya.

Gapki, sambung, Joko menilai tahun 2019 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi industri sawit Indonesia. Implementasi RED II oleh EU yang menghapuskan penggunaan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel, perbedaan tarif impor produk minyak sawit Indonesia ke India, kemarau yang berkepanjangan, perang dagang USA dan China, dan harga CPO yang terus menurun merupakan tantangan utama yang dihadapi industri sawit hampir sepanjang tahun 2019.

“Perang dagang USA dan China menyebabkan ekspor kedelai USA ke China terkendala sehingga petani USA yang biasanya memasok dalam jumlah besar ke China harus mencari pasar baru yang menyebabkan harga oilseed dan juga minyak nabati tertekan,” pungkasnya.

Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>