,
Muba Suara Journalist KPK. Jalan di Kampung 4 RT 4 Desa Sungai Dua Belum Diperbaiki, Masyarakat Resah Kecamatan Sungai Keruh  kabupaten musi...
Jakarta, Suara Journalis KPK. Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) Evert Nunuhitu datang ke Ombudsman (ORI) untuk melaporkan...
Pati, Suara Journalist KPK- Seorang oknum sektetaris desa yang berinisial W, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah...
Kupang, Suara Journalist KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera melakukan investigasi sehubungan dengan pemberian kredit Bank...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
23 Juli 2026 | Dibaca: 1188 Kali
Hari Anak Nasional 2026, PERI Perkuat Komitmen Mewujudkan Generasi Anak Indonesia yang Unggul

JAKARTA – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Perempuan Rakyat Indonesia (PERI) menggelar kegiatan bertajuk “Mimpi Anak Indonesia 2026” di Auditorium Rumah Rakyat Indonesia, DPP Partai Rakyat Indonesia, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberikan ruang tumbuh, perlindungan, pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, serta kesempatan yang setara bagi seluruh anak Indonesia. 

Ketua PERI Hardini Puspasari, M.Si., mengatakan organisasi tersebut mendorong terwujudnya generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat global menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak anak sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan ramah anak sebagai fondasi lahirnya generasi unggul Indonesia.

Dalam sambutannya, Hardini menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam membangun Indonesia melalui perhatian dan kepedulian terhadap anak-anak.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Karena itu, setiap upaya yang kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan anak merupakan investasi terbaik bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Menurut Hardini, pembangunan generasi unggul tidak cukup hanya melalui berbagai program pembangunan nasional. Dibutuhkan keterlibatan aktif keluarga, sekolah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan agar setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Pemenuhan kebutuhan gizi, layanan kesehatan, pendidikan yang berkualitas, serta lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.

“Kita ingin memastikan setiap anak Indonesia memperoleh haknya untuk tumbuh, belajar, berkembang, dan hidup dalam lingkungan yang aman, sehat, serta penuh kasih sayang. Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila keluarga Indonesia kuat dan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, bahagia, serta berkarakter,” katanya.

Hardini juga menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan pangan anak, melainkan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi penerus bangsa yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Ia juga mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, penguatan pendidikan kejuruan, serta peningkatan kompetensi guru. Menurutnya, berbagai program tersebut menjadi bagian dari strategi besar dalam mempersiapkan anak-anak Indonesia agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Hardini menilai anak-anak yang saat ini berada pada usia dini merupakan calon pemimpin Indonesia dalam 15 hingga 20 tahun mendatang. Karena itu, mereka harus dipersiapkan sejak sekarang melalui pemenuhan gizi yang baik, pendidikan berkualitas, pembentukan karakter, serta kemampuan berpikir kritis, kreatif, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Keberhasilan membangun generasi emas Indonesia tidak hanya bergantung pada pemerintah. Peran keluarga, khususnya para ibu, sangat menentukan. Di balik anak-anak yang hebat selalu ada ibu yang penuh kasih sayang, penuh perjuangan, dan tanpa lelah mendampingi tumbuh kembang putra-putrinya,” ungkapnya.

Hardini berharap anak-anak Indonesia ke depan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, enerjik, berkarakter, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari peningkatan kompetensi para guru hingga penyiapan generasi muda yang mampu menjadi teladan dan mengawal lahirnya generasi penerus bangsa yang berkualitas.

“Harapan kami, anak-anak Indonesia ke depan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, enerjik, berkarakter, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari peningkatan kompetensi para guru hingga penyiapan generasi muda yang mampu menjadi teladan dan mengawal lahirnya generasi penerus bangsa yang berkualitas,” ujar Hardini.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Hardini menegaskan bahwa PERI akan terus memberikan ruang bagi anak-anak Indonesia untuk berkarya, berkreasi, serta mengembangkan inspirasi, kreativitas, dan integritasnya dalam rangka mewujudkan generasi Indonesia yang unggul.

Menurutnya, anak-anak tidak hanya membutuhkan pendidikan formal yang berkualitas, tetapi juga ruang untuk berekspresi, mengembangkan bakat, memperkuat rasa percaya diri, membangun jiwa kepemimpinan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini. Dengan demikian, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan maupun sesama.

Sebagai tindak lanjut dari gerakan “Mimpi Anak Indonesia”, Hardini mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut direncanakan akan digelar di lima kota besar di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak sekaligus memperluas gerakan bersama dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa.

Sejumlah agenda yang tengah dipersiapkan antara lain Deklarasi Anak Indonesia, Konferensi Anak, kegiatan literasi, forum inspiratif, hiburan ramah anak, pertunjukan seni dan budaya, serta berbagai kegiatan kreatif yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan potensi, kreativitas, aspirasi, dan cita-cita mereka.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Hardini berharap semakin banyak anak Indonesia yang berani bermimpi besar, percaya pada kemampuan dirinya, serta tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berprestasi, memiliki kepedulian sosial, dan cinta terhadap bangsa. Menurutnya, anak-anak harus diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan dan aspirasinya sebagai bagian dari pembangunan Indonesia di masa depan.

Hardini menambahkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga dan masa depan bangsa. Menurutnya, kesejahteraan perempuan akan memberikan dampak langsung terhadap ketahanan keluarga dan kualitas tumbuh kembang anak.

“Ketika perempuan sejahtera, keluarga akan kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat pun akan semakin sejahtera. Membangun masa depan bangsa dimulai dari setiap anak Indonesia, dimulai dari terpenuhinya kebutuhan gizi setiap hari, kesehatan yang terjaga, pendidikan yang baik, serta kesejahteraan keluarga,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan sinergi antara pemerintah, keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen bangsa. Menurutnya, membangun generasi unggul merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Perempuan Indonesia maju, bangsa Indonesia pun akan maju. Bersama kita melangkah, bersama kita memberikan dampak nyata bagi masa depan Indonesia,” pungkasnya.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Hardini mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bergandengan tangan menjaga, melindungi, dan memenuhi hak-hak anak Indonesia. Ia meyakini bahwa setiap anak memiliki potensi besar yang harus didukung melalui lingkungan yang aman, sehat, penuh kasih sayang, serta pendidikan yang berkualitas agar mampu tumbuh menjadi generasi yang unggul dan membanggakan bangsa.

Dengan semangat “Mimpi Anak Indonesia 2026”, Hardini berharap semakin banyak anak Indonesia yang berani bermimpi, berani berkarya, dan berani memberikan kontribusi positif bagi bangsa. Menurutnya, mewujudkan Indonesia Emas 2045 dimulai dari langkah nyata hari ini, yaitu memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan kesempatan terbaik untuk tumbuh, belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang gemilang.
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>