,
Muba Suara Journalist KPK. Jalan di Kampung 4 RT 4 Desa Sungai Dua Belum Diperbaiki, Masyarakat Resah Kecamatan Sungai Keruh  kabupaten musi...
Jakarta, Suara Journalis KPK. Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) Evert Nunuhitu datang ke Ombudsman (ORI) untuk melaporkan...
Pati, Suara Journalist KPK- Seorang oknum sektetaris desa yang berinisial W, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah...
Muba, Suara Journalist KPK. Di duga kuat oknum kepala Desa Sungai Dua korupsi dana desa,. menurut (jaga ) terhitung dari tahun 2018 sampai tahun 2025...
Kupang, Suara Journalist KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera melakukan investigasi sehubungan dengan pemberian kredit Bank...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
21 Agustus 2026 | Dibaca: 27 Kali
ICS 2026 Perkuat Ekosistem Custom Indonesia, Antusiasme Builder Dorong Perluasan Gelaran

YOGYAKARTA — Indonesian Custom Show (ICS) 2026 kembali menjadi ruang bertemunya para builder, pelaku, pegiat, komunitas, dan penggemar otomotif serta industri custom dari berbagai daerah di Indonesia. Memasuki penyelenggaraan tahun ini, ICS tidak hanya menghadirkan karya kendaraan custom, tetapi juga memperluas ekosistem melalui berbagai program kreatif yang menghubungkan otomotif, fashion, dan industri pendukung lainnya.

Tingginya antusiasme pelaku dunia custom terlihat dari jumlah kendaraan yang mendaftar. Dari sekitar 500 kendaraan yang diajukan untuk berpartisipasi, penyelenggara hanya dapat memilih lebih dari 200 kendaraan custom yang terdiri atas motor dan mobil.

Proses kurasi pun dilakukan semakin ketat untuk memastikan karya yang ditampilkan memenuhi standar dan konsep yang diusung ICS 2026.

“Kurasi semakin ketat, seleksinya semakin ketat. Yang bisa masuk itu 200 lebih kendaraan custom, motor dan mobil gabungan,” ujar perwakilan penyelenggara.

Tingginya jumlah pendaftar tersebut menjadi salah satu indikator semakin besarnya antusiasme builder dan pelaku industri custom terhadap ICS. Bahkan, kondisi tersebut membuka peluang bagi penyelenggara untuk memperpanjang durasi penyelenggaraan pada tahun mendatang.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya ICS berlangsung selama dua hari, tahun ini gelaran diperpanjang menjadi tiga hari. Ke depan, durasi tersebut bukan tidak mungkin kembali ditambah agar lebih banyak karya dapat memperoleh ruang untuk ditampilkan.

“Tidak menutup kemungkinan mungkin di tahun depan ada perpanjangan durasi. Mengingat antusiasme dari para builder yang ingin turut serta di gelaran ICS tahun ini sungguh luar biasa,” jelasnya.

Konsep pergantian unit juga menjadi salah satu kemungkinan yang dapat diterapkan apabila durasi penyelenggaraan diperpanjang. Kendaraan yang ditampilkan dapat diganti setiap dua atau tiga hari sehingga pengunjung memiliki kesempatan untuk menikmati karya yang berbeda.

“Dengan begitu tidak ada kebosanan. Akan ada pengunjung yang terus hadir dan bisa menikmati lebih luas serta lebih panjang,” katanya.

Berbicara mengenai ICS, penyelenggaraan tahun ini memang tidak hanya berfokus pada eksibisi kendaraan. Lebih dari 200 motor dan mobil custom yang terpilih menjadi bagian dari rangkaian program, mulai dari eksibisi, kontes, hingga display.

Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung juga dapat menikmati berbagai konten otomotif seperti drift, car show, stunt ride, hingga aksi para pembalap dan stunt rider.

Sejumlah nama dari dunia otomotif turut mengambil bagian dalam gelaran tersebut, termasuk Musohon Tembong, Instan Asia, serta head driver dari SAD. Dari jajaran pembalap profesional nasional, turut hadir Janina, Anindita Hidayat, Divo Zara, dan Leska Audri. Pembalap nasional Rifat Sungkar juga hadir dan berkolaborasi dalam penyelenggaraan ICS 2026.

Bukan Sekadar Pameran, tetapi Ekosistem Custom

Perkembangan ICS menunjukkan bahwa gelaran ini mulai bergerak melampaui konsep pameran kendaraan. Menurut Nohan, ICS merupakan wadah yang mempertemukan pelaku, pegiat, dan penggemar otomotif serta custom dari seluruh Indonesia.

“ICS sendiri merupakan wadah bagi teman-teman pelaku, pegiat, dan penggemar otomotif maupun custom dari seluruh Indonesia. Selama tiga hari mereka datang ke sini untuk bertemu, berbagi pengalaman, bertukar pikiran, dan membangun koneksi,” ujar Nohan.

Ia menyebut ICS bahkan berani mendeklarasikan diri sebagai marketplace custom terbesar di Indonesia karena mempertemukan builder, bengkel, customer, pelaku industri kreatif otomotif, hingga sektor pendukung seperti apparel dan painting.

“Di sini para builder bisa bertemu dengan customer, mendapatkan experience baru, sekaligus berdiskusi secara langsung. Harapannya, ekosistem ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi kreatif,” katanya.

Pandangan tersebut sejalan dengan apresiasi pembalap nasional Rifat Sungkar yang menilai industri custom memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan industri otomotif nasional.

“Saya sangat mengapresiasi dilaksanakannya ICS. Saya percaya salah satu industri besar Indonesia adalah kerajinan tangan yang berhubungan erat dengan industri kreatif,” ujar Rifat.

Menurut Rifat, industri custom memiliki peluang besar karena hampir seluruh kendaraan lahir dari kreativitas, keterampilan, dan proses pengerjaan yang dimulai dari skala kecil.

“Industri custom merupakan satu industri yang bisa menjadi bibit perkembangan dunia otomotif itu sendiri. Semua kendaraan di dunia ini dimulai dari garasi rumah, dari bengkel kecil. Kami ingin menunjukkan bahwa kami punya karya,” katanya.

Karena itu, ia menilai ICS bukan hanya berbicara mengenai mobil dan motor, tetapi juga seluruh industri yang berada di belakangnya.

“Ini bukan hanya tentang mobil dan motor, tetapi juga keseluruhan industri yang mendukungnya. Jadi, ini adalah satu acara untuk kita semua,” ujarnya.

“Like Air”, Simbol Kebebasan Berkarya

Semangat tersebut semakin diperkuat melalui tema ICS 2026, “Like Air”, yang menggambarkan kebebasan berekspresi tanpa batas dalam dunia custom.

Menurut penyelenggara, seperti udara yang bebas bergerak dan tidak terbatas ruang, para builder juga diberikan ruang untuk menuangkan kreativitas dan menghasilkan karya sesuai karakter masing-masing.

Rifat menilai tema tersebut memiliki makna yang kuat bagi perkembangan industri custom Indonesia. Menurutnya, udara yang hadir di mana saja dapat dimaknai sebagai simbol kehidupan, inspirasi, sekaligus harapan.

“Like Air itu seperti udara. Udara ada di mana saja, selalu menginspirasi dan memberikan harapan kehidupan. ICS juga memberikan harapan bahwa seluruh hasil karya yang dibuat di Indonesia bisa dikenal dunia,” tuturnya.

Namun, Rifat mengingatkan bahwa karya anak bangsa tidak cukup hanya dikenal oleh masyarakat internasional. Ia berharap karya tersebut juga memiliki ruang untuk hadir dan digunakan secara lebih luas di dalam negeri.

“Problem terbesar kita bukan bagaimana karya ini dihargai orang luar negeri. Turis datang ke Indonesia untuk melihat hasil karya seni. Tapi bagaimana hasil karya ini bukan hanya ada di ruangan ini, melainkan juga bisa hadir di jalan raya,” katanya.

Menurutnya, perkembangan industri custom membutuhkan ekosistem yang sehat, termasuk kepastian regulasi dan kepatuhan terhadap aturan. Dengan ekosistem yang semakin tertata, para builder dapat terus berkarya sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Perluas Kreativitas Lewat “Build Your Style”

Tidak berhenti di dunia otomotif, ICS 2026 juga memperluas ruang kreativitas melalui program “Build Your Style”. Program ini mempertemukan kultur otomotif dengan fashion, dua bidang yang dinilai sama-sama menjadi medium untuk menunjukkan karakter dan identitas seseorang.

Menurut Nohan, kendaraan dan penampilan penggunanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kultur custom.

“Kalau kita melihat mobil dan motor, tentu semuanya sudah keren. Tetapi hal itu juga ditunjang oleh penampilan para penggunanya. Karena itu, kami ingin mempresentasikan kultur otomotif dari sudut pandang apparel, termasuk passion anak-anak mobil dan anak-anak motor,” jelas Nohan.

Program tersebut dikemas dalam bentuk mini stage dan fashion show yang berlangsung selama tiga hari penyelenggaraan ICS 2026. Sejumlah brand dan pelaku industri seperti Red Wing Shoes, G-Shock, Terror Garage Bandung, Deus, dan lainnya turut menjadi bagian dari program tersebut.

Fashion show juga akan diinisiasi oleh salah satu builder legendaris, Om Pinky dari Biker Station.

Menurut Nohan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya ICS memperluas perspektif mengenai dunia custom. Otomotif tidak lagi dilihat hanya dari kendaraan, tetapi juga dari fashion, gaya hidup, komunitas, hingga industri kreatif yang tumbuh di sekitarnya.

Mendorong Karya Custom Naik Kelas

Rifat menilai proses kurasi yang semakin ketat juga memiliki sisi positif karena mendorong para builder untuk terus meningkatkan kualitas karya.

Menurutnya, kendaraan yang terpilih bukan berarti menjadi satu-satunya karya yang berkualitas. Sebaliknya, proses seleksi dapat menjadi motivasi bagi builder yang belum terpilih untuk menyempurnakan karyanya dan kembali berpartisipasi pada penyelenggaraan berikutnya.

“Yang belum masuk tentu akan menyempurnakan hasil karyanya dan berusaha datang ke sini juga. Jadi, tahun ini kita bisa melihat karya-karya anak bangsa yang luar biasa hebat,” katanya.

Ia berharap semangat “Like Air” dapat menjadi dorongan bagi seluruh builder Indonesia untuk terus meningkatkan standar karya. Lebih jauh, ia berharap karya custom tidak berhenti sebagai karya eksibisi, tetapi memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk yang dapat diproduksi secara lebih luas.

“ICS memberikan harapan kepada semua builder. Semua builder di Indonesia harus bisa membuat standar yang tinggi, sehingga kalau suatu saat motor atau mobil yang dibuat bisa diproduksi secara massal, itu menjadi sesuatu yang membanggakan bagi Indonesia,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya jumlah builder yang ingin berpartisipasi, kurasi yang semakin ketat, durasi penyelenggaraan yang bertambah, serta masuknya berbagai unsur industri kreatif, ICS 2026 menunjukkan arah baru perkembangan ekosistem custom Indonesia.

Gelaran ini tidak lagi sekadar menjadi tempat untuk melihat kendaraan hasil modifikasi, tetapi berkembang menjadi ruang bertemunya kreativitas, komunitas, industri, dan peluang bisnis. Antusiasme yang terus meningkat bahkan membuka kemungkinan bagi ICS untuk memperluas durasi dan jumlah karya yang ditampilkan pada tahun-tahun mendatang.
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>