,
Muba Suara Journalist KPK. Jalan di Kampung 4 RT 4 Desa Sungai Dua Belum Diperbaiki, Masyarakat Resah Kecamatan Sungai Keruh  kabupaten musi...
Jakarta, Suara Journalis KPK. Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) Evert Nunuhitu datang ke Ombudsman (ORI) untuk melaporkan...
Pati, Suara Journalist KPK- Seorang oknum sektetaris desa yang berinisial W, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah...
Kupang, Suara Journalist KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera melakukan investigasi sehubungan dengan pemberian kredit Bank...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
12 April 2018 | Dibaca: 1502 Kali
Kemenrisetdikti Gelar Rapat Koordinasi Terkait Implementasi Making Indonesia 4.0

Jakarta - Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu yang lalu telah meluncurkan program Making Indonesia 4.0 dan menetapkannya sebagai agenda nasional. Program ini sebagai peta jalan dan langkah strategi Indonesia dalam implementasi memasuki era revolusi industri 4.0. Untuk mewujudkannya, program ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan baik kementerian/lembaga, pelaku ekonomi dan industri hingga akademisi. 

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menggelar Rapat Koordinasi Implementasi Program Making Indonesia 4.0 di Gedung Kemenristekdikti, Senayan, Rabu (11/04). Rapat koordinasi ini melibatkan Menteri serta Pejabat Eselon I dan II dari 10 Kementerian dan Lembaga Negara antara lain Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Agus Widjojo dan tamu undangan lainnya.


Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan sinergi antar kementerian merupakan hal penting dalam menghadapi revolusi industri 4.0. "Disini pentingnya sinergi antar kementerian dan segala pihak, tidak seperti selama ini berjalan sendiri-sendiri," ungkap Nasir.

Nasir mengungkapkan Indonesia harus memanfaatkan peluang di era perubahan yang mengedepankan digitalisasi ini. "Era revolusi industri 4.0 ini harus dimanfaatkan. Jika tidak Indonesia akan tertinggal," tuturnya.

Nasir berharap program Making Indonesia 4.0 memiliki tujuan yang akan dicapai seperti meningkatkan ekspor, meningkatkan investasi dan mengurangi kemiskinan yang berujung pada peningkatan kesejahteraan rakyat meningkat.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan semua pihak, baik pihak swasta, pelaku ekonomi dan pemerintah harus ikut serta melakukan perubahan ke depan dalam menghadapi digitalisasi. “Kesiapan SDM juga menjadi utama, ada 1000 peserta yang nanti akan di training. Menristekdikti dan Gubernur Lemhanas telah membuat kurikulum dan programnya," terang Airlangga.

Diharapkan kegiatan Making Indonesia 4.0 dapat meningkatkan produktivitas dan inovasi kedepannya. Untuk penerapan awal program ini dimana Kementerian Perindustrian menjadi 'steering committe' telah disepakati lima sektor industri yang menjadi fokus implementasi yaitu makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronika dan kimia. "Kelima sektor itu yang akan dipacu untuk mendorong perekonomian dengan aspirasi di tahun 2030 Indonesia menjadi ekonomi terbesar 10 di dunia," kata Airlangga.

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Agus Widjojo mengatakan Lemhannas sebagai fasilitator akan memberikan pembekalan dan pelatihan untuk menyebarluaskan materi yang telah disusun Lemhannas bersama Menristekdikti. “Lemhanas menjadi fasilitator, bertugas untuk training-trainers untuk menyebarluaskan dari materi-materi yang nanti kita bekalkan. Ini merupakan revolusi mental, karena menyentuh dan memasuki segala lembaga, kementerian dan non-kementerian, kita harapkan seluruh mindset yang akan berpengaruh dalam organisasi apapun, dimulai dari sektor industri," ucapnya.

Dalam Implementasi Program Making Indoesia 4.0, langkah awal yang dilakukan pemerintah adalah dengan melakukan pembekalan dan pelatihan kepada 1000 peserta dari berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta seperti Kementerian/Lembaga, TNI/Polri, serta LSM. Untuk Training of Trainers (TOT) nya sendiri sebanyak 80 orang diharapkan bisa dilaunching di akhir April. Sementara pembekalan dan pelatihan diagendakan bisa dilaksanakan pada awal Juni. 
 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>