,
Muba Suara Journalist KPK. Jalan di Kampung 4 RT 4 Desa Sungai Dua Belum Diperbaiki, Masyarakat Resah Kecamatan Sungai Keruh  kabupaten musi...
Jakarta, Suara Journalis KPK. Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) Evert Nunuhitu datang ke Ombudsman (ORI) untuk melaporkan...
Pati, Suara Journalist KPK- Seorang oknum sektetaris desa yang berinisial W, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah...
Kupang, Suara Journalist KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera melakukan investigasi sehubungan dengan pemberian kredit Bank...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
27 Desember 2018 | Dibaca: 1669 Kali
LIPI Sebut Sosialisasi Mitigasi Bencana Harus Di Lakukan Berulang Kali

Kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana alam seperti gunung berapi, longsor, tsunami, banjir, dan gempa bumi harus ditunjang dengan pemahaman masyarakat atas pendidikan dan mitigasi bencana agar dapat mengurangi risiko. 

Peneliti Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Deny Hidayati mengatakan, pendidikan dan sosialisasi tentang mitigasi bencana harus dilakukan berulang dan berkelanjutan agar menjadi budaya bagi masyarakat. 

Deny menjelaskan, pendidikan dan sosialisasi mitigasi bencana tidak bisa dilakukan hanya satu kali karena tidak akan cukup bagi masyarakat. Menurut hasil penelitiannya di beberapa daerah rawan bencana, sosialisasi yang hanya sekali dilakukan tidak membekas di masyarakat.

"Seharusnya sosialisasi dan pendidikan mengenai mitigasi bencana menjadi kegiatan reguler dalam periode waktu tertentu dan disertai dengan latihan atau simulasi," kata Deny di Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Dia melanjutkan, masyarakat yang sadar dan siap siaga dalam menghadapi bencana merupakan salah satu bentuk mitigasi bencana nonstruktural yang harus diperkuat. Sektor inilah yang dinilainya masih lemah dalam masyarakat Indonesia. 

"Mitigasi nonstruktural itu berupa peningkatan kepedulian, kesiapsiagaan, pendidikan publik. Itu mungkin yang masih harus kita tingkatkan ke depan," kata Deny.

Menurutnya pendidikan mitigasi bencana sangat penting diajarkan di sekolah-sekolah, misalnya dengan memasukkan hal itu dalam mata pelajaran khusus. "Bisa juga menjadikannya bagian dari mata pelajaran tertentu, atau memasukkannya dalam kegiatan ekstrakulikuler," pungkasnya. 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>