Majelis Taklim Nur Syafekah Hanum Bawa Program Pembinaan dan Literasi Digital ke Lomba DKI Jakarta
JAKARTA – Majelis Taklim Nur Syafekah Hanum di Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengikuti Lomba Majelis Taklim Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 sebagai perwakilan wilayah Jakarta Selatan. Dalam ajang tersebut, majelis taklim ini memperkenalkan berbagai kegiatan pembinaan keagamaan, aksi sosial, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah.
Muhammad Arbani, pendiri aplikasi Bantu Cari sekaligus cucu almarhumah Syafekah Hanum, menjelaskan bahwa majelis taklim tersebut tumbuh dari kegiatan pengajian sederhana yang rutin diikuti kaum ibu di lingkungan sekitar.
Seiring waktu, kegiatan tersebut berkembang dan memiliki tempat tersendiri untuk menunjang aktivitas keagamaan serta sosial. Arbani mengatakan, bangunan majelis taklim berdiri di atas tanah yang berasal dari rumah pemberian ibunya, Hj. Puspasari Dewi, SH., M.Kn., yang kemudian ia wakafkan untuk kepentingan masyarakat.
“Awalnya hanya kegiatan kajian rutin ibu-ibu di rumah. Setelah rumah itu dihibahkan oleh ibu saya, saya kemudian mewakafkannya agar dapat dibangun menjadi majelis taklim. Harapannya, tempat ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi jamaah maupun masyarakat,” kata Arbani.
Menurutnya, keberadaan majelis taklim tidak sebatas menjadi tempat untuk mempelajari ajaran agama. Lebih dari itu, majelis diharapkan mampu menjadi wadah untuk membangun kepedulian, mempererat hubungan antarwarga, serta mendorong kegiatan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Salah satu upaya yang dikembangkan Majelis Taklim Nur Syafekah Hanum adalah program SULTAN DIGITAL, yang merupakan singkatan dari Sinergi Umat, Layanan Total, Aksi Nyata, dan Digital. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan pembinaan keagamaan dengan kegiatan sosial dan pemanfaatan teknologi.
Melalui program tersebut, majelis taklim menjalankan pembinaan bagi jamaah dari berbagai kelompok usia, menjalin kerja sama dengan perangkat daerah, serta mengembangkan perpustakaan digital sebagai sarana pendukung literasi. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan sekaligus mendorong kegiatan majelis taklim agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.
Keikutsertaan dalam lomba tingkat provinsi menjadi kesempatan bagi Majelis Taklim Nur Syafekah Hanum untuk memperkenalkan program dan kegiatan yang telah dijalankan. Selain menjadi ajang penilaian, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pengelolaan majelis taklim serta memperkuat perannya dalam kehidupan masyarakat.
Arbani berharap majelis taklim yang membawa nama almarhumah neneknya tersebut dapat meraih hasil maksimal dalam penilaian. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, jamaah, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan majelis.
“Semoga Majelis Taklim Nur Syafekah Hanum mendapatkan hasil terbaik dalam lomba ini. Kami ingin terus menjadikan majelis sebagai tempat yang terbuka untuk belajar, mengembangkan kreativitas, dan melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi jamaah serta masyarakat sekitar. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan juga bisa menjadi inspirasi bagi majelis taklim lainnya,” ujar Arbani.