,
Muba Suara Journalist KPK. Jalan di Kampung 4 RT 4 Desa Sungai Dua Belum Diperbaiki, Masyarakat Resah Kecamatan Sungai Keruh  kabupaten musi...
Jakarta, Suara Journalis KPK. Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) Evert Nunuhitu datang ke Ombudsman (ORI) untuk melaporkan...
Pati, Suara Journalist KPK- Seorang oknum sektetaris desa yang berinisial W, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah...
Kupang, Suara Journalist KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera melakukan investigasi sehubungan dengan pemberian kredit Bank...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
08 April 2018 | Dibaca: 1595 Kali
MENRISTEK DIKTI Jajal dan Resmikan Kapal Teknologi Pelat Baja Buatan Anak Bangsa

lndonesia adalah salah satu negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas lautan mencapai 5,8 juta km persegi jauh lebih luas dibandingkan daratan yang mencapai 1,9 juta kilo meter persegi sumber daya kelautan dan perikanan mempunyai potensi ekonomi yang sangat besar, yang iperkirakan mencapai USD 800 miliar (Rp. 10.800 triliun) per tahun dan dapat menyediakan eaempatan kerja sekitar 40 juta orang. 

Namun, potensi yang luar biasa besar belum dimanfaatkan sepenuhnya. Sebagian besar sumberdaya kelautan dan perikanan belum dapat dikelola secara optimal oleh bangsa Indonesia sendiri. Terlebih lagi wilayah lautan dan pesisir yang mempunyai berbagai sumbe laya alam (SDA) yang sangat melimpah, justru masih banyak para nelayannya yang hidup diawah garis kemisikinan. Nelayan local selama ini masih mengandalkan kapal tradisional berbahan baku kayu. Kapal kayu dari aspek opersional sudah tidak efisien lagi, sangat minim kemampuannya, hanya mampu menangkap ikan di area pesisir karena tidak dap beroperasi di laut lepas. sehingga kalah bersaing dengan kapal yang lebih besar ukurannya. 

Jika pengelolaan sektor kelautan dioptimalkan, hal ini akan berdampak positif pada perekonomian dan kesejahteraan bangsa. Optimalisasi potensi sektor maritim ini, har ditunjang dengan kebijakan dan program yang kondusif, serta pembangunan infrastruktur dsn fasilitas yang memadai untuk mendukung kegiatan kelautan dan perikanan. 

Sebagai negara bahari terbesar di dunia, lndonesia memiliki potensi besar men] poros maritim dunia. Poros maritim merupakan konsep strategis yang diwujudkan un menjamin konektifnas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan  dan perikanan.

perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim. Salah satuPresiden Joko Widodo (Jokowi) adalah menjadikan indonesa sebagai Poros Maritim Dunia, Untuk mendukung terwujudnya visi tersebut dan mengoptimaikan potensi tersebut Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Jenderal Penguatan Inovasi memfasilitasi dan mendorong inovasi teknologi bidang kelautan dan perikanan, berupa teknologi Kapal Pelat Datar. Teknoiogi kapal pelat datar ini merupakan produk hasil dari riset. pengembangan dan inovasi serta rekayasa desain dari Universitas indonesia untuk memberikan alternatif kapal ikan yang unggul

Kemenristekdikti mempunyai komitmen yang kuat dan secara konsisten setiap tahunnya menumbuhkan, membina, memfasilitasi dan mengembangkan perusahaan pemula berbasis teknologi atau start up inovasi teknologi di Indonesia. Start up tersebut mendapatkan seed Funding untuk pengembangan dan pembuatan produk inovasi serta program pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Selain itu, memberikan insentif funding pada start up juga memberikan pendanaan inovasi pada industri. Kapal pelat datar ini merupakan produk hasil dari 2 (dua) tahun pembinaan pada program Perusahaan Pemula Berbasis Teknoiogi dan 1 (satu) tahun program pembinaan pendanaan inovasi industri, Kemenristekdikti. 

Kapa! peiat datar merupakan teknologi kapal inovatif yang menggunakan baja sebagai material utama. Kapal yang dikembangkan oleh para peneliti dan inovator dari Universitas indonesia ini dikonstruksi dengan pelat-pelat baja datar yang tidak melewati proses pelengkungan pelat. Teknologi ini menghasilkan produk yang lebih cepat produksinya dan lebih ekonomis. Material baja yang dipakai juga akan memudahkan nelayan-nelayan kecil bisa melaut lebih jauh dengan ukuran kapal yang lebih besar. 

Neiayan Indonesia sangat membutuhkan kapa! tangkap seperti kapal baja pelat datar ini untuk meningkatkan produktifitas dalam penangkapan produk perikanan laut. Kapal dari fiberglass dan kayu terbatas dari aspek kekuatan 
dan ukuran. Bahan baku fiberglass di pasaran masih impor dan tidak ramah lingkungan. Sedangkan untuk bahan baku kayu, juga semakin sedikit dan sulit didapatkan sehingga harganya menjadi sangat mahal. Inovasi kapal pelat datar ini dihadirkan untuk mengatasi persoalan tingginya kebutuhan kapal di Indonesia dan ingin menjadi solusi ketergantungan akan kapal fiberglass dan kayu. Hal ini karena biaya produksinya yang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan kapal-kapal berbahan kayu atau fiber. 
Pada hari Sabtu tanggal 7 April 2018, berlokasi di dok PT. Karya syukur Maju Bersama, Muara Angke, Jakarta Utara, kapal pelat datar yang sudah diproduksi oleh PT. juragan Kapal lndonesia akan melakukan “Research and innovation product launching"

Kapal Berkeoepatan Tinggi Teknologi Kapal Pelat Datar”. Dalam produksinya PT. Juragan Kapal indonesia berkolaborasi dan bekerjasama dengan Jurusan Teknik Perkapalan Universitas lndonesia dan PT. Gunung Garuda Steel merupakan industri yang akan mensuplai material baja lokal sebagai material utama produksi kapal pelat datar ini. 

Berkaitan dengan spesifikasi, Kapal berdimensi panjang 15.5 meter dan lebar 4 meter dengan tonase 28 GT. Kapasitas tangki bahan bakar 16.4 ton dan memiliki tangki air tawar 7.5 ton. Kapasitas memiliki ruang penyimpanan ikan sebesar 20 meter kubik dan ruang air blast Freezer 8 meter kubik. Jumlah kru yang bisa diangkut sebanyak 10-13 orang, serta ruang kapal dilengkapi dengan 1 kamar mandi dan dapur. Perlengkapan navigasi dan telekomunikasi yaitu kompas, GPS, echo sounder, VHF radio, dan SSB radio masing-masing l unit. 
Untuk Kapal Berkecepatan Tinggi Teknologi Kapal Pelat Datar, dimensi panjang 13.5 meter dan lebar 3.2 meter dengan tonase 10 GT. Kapasitas tangki bahan bakar 1000 liter dan 

kapasitas kapal mampu memuat 20 orang penumpang dengan jumlah kru 3 orang serta 1 ton barang. Perlengkapan navigasi dan telekomunikasi yaitu kompas, GPS. echo sounder, VHF radio, dan SSB radio masing-masing 1 unit. 
Kapal-kapal ini diharapkan kedepannya dapat diproduksi secara masal dan dapat digunakan secara luas oleh nelayan lndonesia, sehingga dapat meningkatkan daya saing para nelayan dan memperkuat sektor maritim Indonesia. Kedua kapal ini di beri nama kapal Barracuda dan kapal Cucut. Kapal Barracuda adalah nama untuk kapal cepat teknologi pelat datar dan Kapal Cucut untu kapal penangkap cumi untuk kapal pelat datat. Nama kedua kapal tersebut di pilih oleh MENRISET DIKTI karena sesuai dengan karakter kedua kapal tersebut. 
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>