06 Juni 2026 | Dibaca: 858 Kali
Mubes VI FORKABI Resmi Dibuka, Pemprov DKI Dorong Penguatan Budaya Betawi

Jakarta – Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) resmi menggelar Musyawarah Besar (Mubes) VI di Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Forum tertinggi organisasi tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program kerja, menyusun arah organisasi ke depan, sekaligus memilih kepemimpinan baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan FORKABI.
Ketua Umum DPP FORKABI, Abdul Ghoni, mengatakan Mubes VI merupakan bagian dari proses regenerasi organisasi yang harus berjalan secara demokratis dan terbuka. Menurutnya, seluruh kader memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam menentukan masa depan organisasi, termasuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum.
“Sebentar lagi saya akan memasuki masa demisioner. Karena itu, saya terbuka bagi siapa pun anggota maupun pengurus FORKABI yang memiliki keinginan untuk maju sebagai calon Ketua Umum. Silakan, saya memberikan kesempatan seluas-luasnya,” ujar Abdul Ghoni.
Ia menegaskan tidak ada pembatasan bagi kader-kader terbaik FORKABI untuk maju dalam kontestasi kepemimpinan. Menurutnya, organisasi harus memberikan ruang bagi setiap kader yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen untuk membawa FORKABI menjadi lebih maju dan relevan dengan perkembangan zaman.
Abdul Ghoni juga mengingatkan bahwa FORKABI lahir dari semangat reformasi dengan tujuan memperkuat posisi masyarakat Betawi dalam pembangunan daerah sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah.
“FORKABI lahir dari reformasi. Kami hadir untuk menyatukan kekuatan masyarakat Betawi dan membantu pemerintah dalam menjalankan pembangunan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Ghoni turut menyoroti pentingnya peningkatan literasi politik masyarakat Betawi. Menurutnya, sejak era reformasi masyarakat Betawi semakin terbuka terhadap dunia politik dan perlu terus diberikan pemahaman mengenai pentingnya partisipasi dalam proses demokrasi.
Ia menilai politik tidak boleh lagi dianggap sebagai sesuatu yang tabu karena berbagai aspek kehidupan masyarakat pada dasarnya dipengaruhi oleh kebijakan dan keputusan politik. Oleh karena itu, masyarakat Betawi perlu memiliki pemahaman yang baik agar mampu berpartisipasi secara aktif dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan.
Ke depan, FORKABI berencana memperluas kegiatan pembinaan dan sosialisasi hingga ke berbagai wilayah Jabodetabek yang masih memiliki komunitas masyarakat Betawi. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat peran organisasi sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah.
Meski lahir dari semangat kebersamaan masyarakat Betawi, Abdul Ghoni menegaskan bahwa FORKABI merupakan organisasi yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang suku maupun daerah asal.
“FORKABI bukan hanya milik orang Betawi. Masyarakat Jawa, Sunda, maupun dari daerah lain yang memiliki semangat yang sama untuk berkontribusi dan membangun organisasi ini dipersilakan bergabung,” tegasnya.
Sementara itu, Musyawarah Besar VI FORKABI dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto. Dalam sambutannya, Uus menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap kontribusi FORKABI dalam menjaga identitas budaya Betawi sekaligus mendukung pembangunan ibu kota.
Menurutnya, FORKABI merupakan salah satu organisasi masyarakat yang memiliki akar kuat di tengah masyarakat Betawi dan selama ini berperan dalam menjaga harmoni sosial di Jakarta. Ia juga menyampaikan salam dan penghormatan dari Gubernur DKI Jakarta kepada seluruh peserta Mubes.
Uus menilai dinamika yang terjadi dalam organisasi merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat. Namun demikian, ia mengingatkan agar seluruh elemen FORKABI tetap menjaga persatuan dan soliditas setelah proses musyawarah selesai dilaksanakan.
“Dinamika yang terjadi di FORKABI ini bisa dilalui dengan baik. Itulah namanya demokrasi. Yang penting pada akhirnya nanti adalah kita menjadi satu kesatuan organisasi yang sama-sama membangun Jakarta menjadi kota global dan kota yang aman,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Jakarta tidak dapat berkembang tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan Betawi. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan FORKABI dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global.
Lebih lanjut, Uus menegaskan bahwa budaya Betawi memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan Jakarta. Menurutnya, pengakuan terhadap budaya Betawi kini semakin kuat setelah mendapatkan landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang menempatkan budaya Betawi sebagai budaya inti Jakarta.
Melalui Mubes VI FORKABI, organisasi tersebut diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang kuat, menghasilkan program kerja yang adaptif terhadap perkembangan zaman, serta semakin mempererat kemitraan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjaga budaya Betawi dan membangun Jakarta yang inklusif, aman, maju, dan berdaya saing global.