30 Juni 2026 | Dibaca: 10 Kali
PBSA Bagikan Dividen Tunai Sejumlah Rp180.000.000.000 atau Rp60 Rupiah per Share pada 2025 dan Bidik Pendapatan Rp1,7 Triliun di 2026

Jakarta, 30 Juni 2026 – PT Paramita Bangun Sarana Tbk (IDX: PBSA) menegaskan komitmennya untuk menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan setelah mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan hari ini, para pemegang saham menyetujui seluruh mata acara rapat, yang kemudian dilanjutkan dengan Public Expose Tahunan 2026 guna memaparkan kinerja Perseroan serta arah strategi bisnis ke depan.
Sepanjang tahun buku 2025, Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp1,591 triliun, meningkat 37,85% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,154 triliun. Pertumbuhan tersebut turut mendorong peningkatan laba tahun berjalan menjadi Rp320,08 miliar, naik sekitar 48,8% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp215,04 miliar. Di sisi profitabilitas, Perseroan juga mencatat peningkatan Return on Assets (ROA) menjadi 22,51% dan Return on Equity (ROE) menjadi 34,45%, mencerminkan kemampuan Perseroan dalam mengelola aset dan modal secara efektif untuk menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2025, serta menetapkan penggunaan laba bersih Perseroan, di antaranya dengan mengalokasikan dividen tunai sebesar Rp180.000.000.000 atau Rp60 per saham, yang setara dengan 56,24% dari total laba bersih tahun berjalan Perseroan. Selain itu, pemegang saham juga menyetujui penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Tahun Buku 2026, memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, serta menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan mengenai Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha dalam rangka penyesuaian terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Direktur Utama PT Paramita Bangun Sarana Tbk, Vincentius Susanto, mengatakan bahwa pencapaian Perseroan pada tahun 2025 merupakan hasil dari konsistensi dalam menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada kualitas proyek, disiplin operasional, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
"Pertumbuhan kinerja yang kami capai pada tahun 2025 merupakan hasil dari disiplin dalam menjalankan strategi bisnis, pengelolaan risiko yang terukur, serta komitmen seluruh insan Perseroan dalam menjaga kualitas pelaksanaan proyek. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental usaha melalui peningkatan kualitas eksekusi proyek, optimalisasi sumber daya, serta pengembangan peluang bisnis yang memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham," papar Susanto, saat ditemui menjelang Public Expose.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan berhasil memperkuat portofolio proyek melalui berbagai proyek strategis pada sektor industri, di antaranya proyek Pulp & Paper di Sumatera Selatan dan di Karawang, Jawa Barat. Proyek tersebut semakin memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan konstruksi yang memiliki kompetensi pada pembangunan fasilitas industri dan infrastruktur pendukung sektor manufaktur.
Selain memperkuat kinerja operasional, Perseroan juga terus meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan. Pada tahun 2025, PBSA memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu, dan ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Perseroan juga terus mengembangkan anak usaha PT Plaza Paramita Sejahtera sebagai bagian dari optimalisasi aset perusahaan.
Sebagai bentuk keyakinan terhadap prospek jangka panjang Perseroan serta komitmen dalam meningkatkan nilai bagi pemegang saham, PBSA juga telah menyelesaikan program pembelian kembali (buyback) saham pada periode Februari–Maret 2026 dengan alokasi dana maksimum sebesar Rp100 miliar yang seluruhnya berasal dari kas internal Perseroan tanpa mengganggu kondisi keuangan maupun likuiditas operasional.
Melalui Public Expose Tahunan 2026, Perseroan menyampaikan optimisme terhadap prospek industri konstruksi nasional, khususnya pembangunan fasilitas industri yang didorong oleh berlanjutnya investasi pada sektor industri pengolahan berbasis sumber daya alam.
"Untuk tahun 2026, Perseroan menargetkan pendapatan sekitar Rp1,7 triliun dengan laba usaha sebelum pajak sekitar Rp260 miliar. Target tersebut akan dicapai melalui penguatan kualitas eksekusi proyek, peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi pengelolaan modal kerja, serta selektivitas dalam memperoleh proyek baru yang memiliki profil risiko terukur dan margin yang sehat," papar Susanto setelah penutupan acara Public Expose.
Perseroan juga akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan arus kas yang prudent, peningkatan efektivitas pengelolaan piutang usaha, optimalisasi sumber daya perusahaan, serta pengembangan proyek-proyek strategis yang mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemegang saham.
Dengan fundamental keuangan yang semakin kuat, portofolio proyek yang terus berkembang, tata kelola perusahaan yang semakin baik, serta strategi bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan, PBSA optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan dan terus memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan konstruksi nasional yang fokus pada pembangunan fasilitas industri di Indonesia.
PT Paramita Bangun Sarana Tbk (IDX: PBSA) merupakan perusahaan jasa konstruksi nasional yang berpengalaman lebih dari dua dekade dalam pembangunan gedung, fasilitas industri, pekerjaan sipil, mekanikal, elektrikal, serta berbagai proyek infrastruktur pendukung industri. Perseroan memiliki rekam jejak dalam menangani proyek-proyek industri pengolahan, manufaktur, energi, dan berbagai fasilitas industri lainnya. Dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, inovasi, dan tata kelola perusahaan yang baik, PBSA terus berkomitmen menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, pelanggan, serta seluruh pemangku kepentingan.