01 Juni 2022 | Dibaca: 1475 Kali
Peringati Hari Lahir Pancasila Gerakan Pembumian Pancasila Dan Dokter Bhineka Tunggal Ika Indonesia Gelar Acara Sarasehan Kebangsaan

Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Penetapan ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2016.
Pada hakikatnya Pancasila merujuk pada lima pilar yang menjadi dasar berdirinya Indonesia dan pertama kali dikemukakan oleh Presiden Soekarno pada 1 Juni 1945.
Saat itu, Bung Karno menyampaikannya dalam rangkaian sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Dalam pidatonya, ada lima konsep yang dasar negara yang dikatakan Bung Karno, yaitu kebangsaan, internasionalisme, permusyawarakarn, kesejahteraan, dan ketuhanan.
Lima konsep dasar negara itu kemudian dirangkung dalam nama Panca Sila, atas petunjuk seorang ahli bahasa.
Untuk lebih membumikan dan lebih menanamkan lagi nilai-nilai Pancasila mengadakan acara Acara sarasehan kebangsaan yang bertema "strategi membumikan Pancasila sebagai upaya progresif menengah dan menangkal Deidiologisasi di bumi Pertiwi tercinta ". Acara ini juga digelar untuk memperingati HUT ke-5 DBTI dan HUT ke-3 GPP,
Hadir dalam acara tersebut . Ketua DPD GPP Banten/Penci : Dr.dr. Budiman, S.H.,MS., M.Hum, AP. Ahli Hukum/DBTD, Dr. KH. A.M. Romly Ketua Dewan Pembina DPD GPP Banten), dr. Suhardiyono, Sp.OT. Perintis DBTI Dr. Drs. Chandra Setiawan. M.M., Ph D. Ketun Dewan Pakar DPP GPP Dr. Drg. Paulus Januar, MLS. Dewan Pakar DPP GPP Prof. Dr. dr. Daldiyono, SpPD-KGEH dan Guntur Soekarnoputra yang juga putra dari presiden pertama republik Indonesia ir.Soekarno.
Acara yang dihelat pada hari Rabu (1/6/2022) bertempat di gedung STOVIA tersebut di pandu oleh dr. Joyce Sopacua.
Dalam acara itu dibahas tentang sejarah Pancasila, sejarah organisasi Budi Oetomo dan bagaimana strategi pembumian Pancasila di Indonesia.
Salah satu pembicara Guntur Soekarnoputra menjelaskan bahwa "Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia itu jelas bung Karno mengatakan tujuannya adalah ke suatu masyarakat sosialis modern akan tetapi yang bersifat religius dan berketuhanan Yang Maha Esa, itu fungsi Pancasila yang lainnya, ".
Menurutnya sudah seyogyanya kita punya organisasi gerakan pembumian Pancasila, kalau pengamalan, pemahaman, penghayatan, dan support sudah jadi gerakan, insyaallah akan memberikan dampak yang besar bagi bangsa ini. Semuanya sudah paham dan yakin sudah berusaha mengamalkan sekuat tenaga imbuhnya.