30 Juni 2026 | Dibaca: 4 Kali
PKPK Bidik Pendapatan Rp3,74 Triliun pada 2026, RUPS Setujui Perubahan Nama dan Tegaskan Optimisme Pertumbuhan Bisnis

JAKARTA, Senin, 30 Juni 2026 – PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 sekaligus Paparan Publik di Hotel Grandhika Jakarta, Senin (30/6/2026).
Dalam pemaparannya, perseroan menyampaikan perkembangan perdagangan saham, perubahan struktur perusahaan, kinerja keuangan, target bisnis 2026, hingga pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Perdagangan Saham dan Struktur Pemegang Saham
Perseroan menyampaikan bahwa harga saham tertinggi pada tahun 2025 mencapai Rp1.345 per saham. Sementara itu, harga saham tertinggi sepanjang tahun 2024 tercatat sebesar Rp1.045 per saham pada kuartal IV.
Jumlah saham yang beredar tercatat sebanyak 1,2 miliar lembar saham. Informasi lengkap mengenai perdagangan saham sepanjang 2024 dan 2025 ditampilkan melalui tabel dan grafik yang dipresentasikan kepada para pemegang saham.
Per 31 Desember 2025, PT Dewi Putra Bangsa masih menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sekitar 900 juta lembar saham atau setara 75 persen dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
Hasil RUPS Tahunan
Sepanjang tahun 2025, Perseroan menyelenggarakan satu kali RUPS Tahunan, yakni pada 10 Juni 2025 untuk Tahun Buku 2024.
Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui sejumlah agenda penting, antara lain:
- Perubahan nama Perseroan menjadi PT Paragon Karya Perkasa Tbk.
- Perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan.
Kinerja Keuangan Konsolidasian
Perseroan mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun 2025.
Aset tidak lancar meningkat menjadi Rp511,51 miliar dibandingkan Rp430,43 miliar pada tahun 2024.
Total aset Perseroan juga naik menjadi Rp627,92 miliar dari sebelumnya Rp604,84 miliar atau meningkat sebesar 3,82 persen.
Liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp313,41 miliar, sedangkan liabilitas jangka panjang sebesar Rp2,78 miliar. Dengan demikian, total liabilitas Perseroan turun menjadi Rp316,19 miliar dibandingkan Rp348,68 miliar pada tahun sebelumnya atau menurun sebesar 9,32 persen.
Sementara itu, total ekuitas meningkat signifikan menjadi Rp311,73 miliar dibandingkan Rp256,16 miliar pada tahun 2024.
Peningkatan total aset didorong oleh beberapa faktor, di antaranya penambahan aset pertambangan, peningkatan aset aktivitas pengupasan tanah (stripping activity), serta investasi operasional yang mendukung peningkatan kapasitas produksi.
Pendapatan dan Laba Meningkat Tajam
Pendapatan usaha Perseroan sepanjang 2025 mencapai Rp749,37 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Rp244,82 miliar pada tahun sebelumnya.
Laba kotor naik menjadi Rp216,33 miliar dari Rp93,23 miliar.
Laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp70,77 miliar dibandingkan Rp23,74 miliar pada 2024.
Sementara laba tahun berjalan melonjak menjadi Rp32,16 miliar dari Rp15,89 miliar pada tahun sebelumnya.
Perseroan menyampaikan bahwa peningkatan tersebut didukung oleh meningkatnya kebutuhan energi, stabilnya permintaan domestik maupun global, kapasitas produksi yang siap dioptimalkan, serta penerapan strategi efisiensi yang konsisten sehingga mampu menjaga profitabilitas dan keberlanjutan usaha di tengah dinamika transisi energi.
Target Pendapatan 2026 Capai Rp3,74 Triliun
Memasuki tahun buku 2026, Perseroan menargetkan pendapatan konsolidasian sebesar Rp3,742 triliun atau tumbuh sekitar 399,48 persen dibandingkan realisasi tahun 2025.
Target tersebut didukung oleh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) produksi sebesar tiga juta metrik ton.
Melalui aktivitas pertambangan tersebut, Perseroan memproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan lebih dari Rp3,29 triliun.
Selain itu, kontribusi dari lini usaha angkutan laut melalui PT Dewi Putra Bangsa diproyeksikan mencapai sekitar Rp450,98 miliar sehingga memperkuat pertumbuhan pendapatan Perseroan pada tahun berjalan.
Manajemen menyatakan akan terus memanfaatkan peluang bisnis di sektor pertambangan, konstruksi, dan jasa angkutan laut dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, pengembangan pasar, serta penerapan manajemen risiko yang terintegrasi.
Perseroan optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan positif dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Komitmen CSR dan Tata Kelola Perusahaan
Sepanjang 2025, Perseroan bersama entitas anak PT Tri Utama Persada terus menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan.
Program tersebut meliputi dukungan terhadap peringatan Hari Ulang Tahun Ikatan Notaris Indonesia ke-117, penyaluran bantuan bagi korban banjir di Kalimantan dan Bontang, pemberian hewan kurban kepada masyarakat Desa Bukit Jaya, Kabupaten Kapuas, serta perbaikan infrastruktur jalan di sekitar wilayah operasional perusahaan dengan melibatkan tenaga kerja lokal.
Dalam menjalankan kegiatan usaha, Perseroan juga terus memperkuat penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang berlandaskan lima prinsip utama, yakni transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran.
Menutup Paparan Publik, manajemen menyampaikan apresiasi kepada para pemegang saham, regulator, pelanggan, pemasok, mitra usaha, serta seluruh pemangku kepentingan atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada PT Paragon Karya Perkasa Tbk.
Perseroan optimistis dapat terus mencatatkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham pada tahun-tahun mendatang.