14 Juni 2025 | Dibaca: 1706 Kali
Presiden Prabowo Subianto Apresiasi Penyelengaraan ICI 2025 Yang Di Gelar Kementerian Koordinator Infrastruktur Dan Kewilayahan

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri langsung penutupan International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Kamis (12/6). Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan pidato kunci (keynote speech) yang menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai fondasi kemajuan bangsa.
Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 15.40 WIB dan disambut oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kehadirannya turut didampingi sejumlah pejabat tinggi negara dan anggota kabinet, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri, serta Kepala Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.
Dalam laporan pembukaannya, Menko AHY menjelaskan bahwa penyelenggaraan ICI 2025 merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Prabowo. Arahan tersebut diberikan saat Presiden menerima kunjungan kenegaraan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, beberapa waktu lalu. Menurut AHY, visi dan panduan dari Presiden menjadi pijakan utama dalam merancang dan melaksanakan agenda pembangunan infrastruktur ke depan.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas visi strategis Bapak Presiden yang telah menjadi panduan dan kompas arah pembangunan nasional,” ucap AHY di hadapan para peserta konferensi.
Konferensi internasional ini berhasil menarik lebih dari 7.000 peserta dari 33 negara. Selama dua hari pelaksanaannya, sejak Rabu (11/6), peserta tidak hanya mengikuti rangkaian diskusi dan pameran, tetapi juga menyaksikan langsung komitmen Indonesia dalam memperkuat ekosistem pembangunan berkelanjutan melalui proyek-proyek infrastruktur unggulan.
AHY menambahkan, ICI 2025 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan arah baru pembangunan Indonesia yang inklusif, kolaboratif, dan terbuka terhadap investasi global.