28 Juli 2020 | Dibaca: 1582 Kali
Prihatin Harga Ayam Rendah Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara Lakukan Audiensi Dengan Pihak Kementerian Pertanian

Para peternak ayam yang tergabung dalam Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara (PPRN) kembali melakukan unjuk rasa pada Selasa (28/1). Aksi itu dilakukan menyikapi harga ayam ras broiler siap potong (livebird) yang masih rendah dan cenderung turun.
Acara aksi yang sedianya akan digelar di dua titik yakni di kementerian pertanian dan istana negara tersebut berujung pada mediasi dan dialog antara pihak kementerian pertanian dan PPRN.
Tuntutan yang PPRN sampaikan diantaranya adalah stop integrator berbudidaya, kembalikan hak budidaya kepada peternak rakyat mandiri. Menuntut diterbitkannya Perpres perlindungan kepada peternak rakyat dan revisi undang-undang No.18 tahun 2009.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, Sugiono menyatakan demi menindaklanjuti harapan dari peternak broiler yang tergabung dalam PPRN, akan dilakukan audiensi antara PPRN dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. “Waktunya diperkirakan paling lambat minggu kedua bulan Agustus 2020 ini ungkapnya.
Sementara itu ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara Alvino Antonio menyatakan bahwa "kami sebagai peternak mandiri maunya kita sih sederhana saja, kita mau harganya bagus dan kami dapat untung".
Kami ingin harga pokok penjualan sesuai dengan harga acuan Permendag dan kami ingin perlindungan dari pemerintah agar usaha kami dapat berjalan dengan lancar dan baik. Jadi Kami ingin Menteri Pertanian turun tangan dalam memperbaiki harga unggas ini.