,
Muba Suara Journalist KPK. Jalan di Kampung 4 RT 4 Desa Sungai Dua Belum Diperbaiki, Masyarakat Resah Kecamatan Sungai Keruh  kabupaten musi...
Jakarta, Suara Journalis KPK. Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) Evert Nunuhitu datang ke Ombudsman (ORI) untuk melaporkan...
Pati, Suara Journalist KPK- Seorang oknum sektetaris desa yang berinisial W, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah...
Kupang, Suara Journalist KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera melakukan investigasi sehubungan dengan pemberian kredit Bank...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
02 Juni 2025 | Dibaca: 1746 Kali
Sarasehan III Kaukus Muda Betawi Digelar Mengusung Tema Penguatan Lembaga Adat dalam Menyongsong HUT Ke-498 Jakarta

Jakarta, 2 Juni 2025 — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 Kota Jakarta, Kaukus Muda Betawi kembali menggelar Sarasehan III hari ini di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara. Mengangkat tema “Menyongsong 498 Tahun Kota Jakarta dan Lembaga Adat Masyarakat Betawi”, acara ini menjadi forum strategis yang menandai konsistensi Kaukus dalam memperkuat posisi dan peran Lembaga Adat Masyarakat Betawi di tengah dinamika pembangunan ibu kota.

Penasehat Kaukus Muda Betawi, KH. Lutfi Hakim, menjelaskan bahwa Sarasehan III merupakan kelanjutan dari dua agenda sebelumnya—Sarasehan I yang digelar di Hotel Shangri-La pada 2022, dan Sarasehan II di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap. “Sarasehan hari ini adalah langkah nyata untuk memperkuat kelembagaan adat Betawi sebagai bagian integral dari proses menuju Jakarta sebagai kota global yang tetap berpijak pada budaya,” ujar Kiai Lutfi.

Ia menegaskan, tantangan ke depan menuntut Lembaga Adat Masyarakat Betawi tidak hanya hadir sebagai simbol budaya, tetapi juga harus memainkan peran substantif dalam pembangunan dan perumusan kebijakan daerah.

Acara ini dijadwalkan dihadiri oleh Gubernur, Wakil Gubernur, dan Ketua DPRD DKI Jakarta, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberadaan dan peran lembaga adat Betawi. Sejumlah tokoh Betawi, akademisi, perwakilan ormas, serta profesor-profesor Betawi juga turut hadir untuk memberikan perspektif yang beragam dan memperkaya diskusi.

Salah satu pokok bahasan penting dalam forum ini adalah dorongan untuk merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi. Menurut Kiai Lutfi, revisi ini penting untuk memperluas ruang partisipasi masyarakat serta memperkuat aspek perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan budaya Betawi secara menyeluruh.

“Jakarta yang akan memasuki usia ke-5 abad membutuhkan peta jalan budaya yang kuat. Regulasi dan kepemimpinan adat sudah terbentuk, namun perlu diperkuat dengan kebijakan yang adaptif dan berpihak kepada budaya lokal,” ujarnya.

Senada dengan itu, Pembina Kaukus Muda Betawi, Beky Mardani, menyebut Sarasehan III sebagai ajang penting untuk membangun silaturahmi serta sinergi lintas komponen Betawi dalam menjaga dan memajukan budaya. “Saat Jakarta menata diri sebagai kota global yang berbudaya, penting bagi kita untuk memiliki orientasi dan semangat yang sama dalam memperkuat identitas Betawi,” ujar Beky, yang juga merupakan Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi.

Ia menekankan bahwa revisi Perda tidak boleh hanya menjadi agenda birokratis, tetapi harus menjadi cita-cita bersama seluruh masyarakat Betawi. Apalagi, momentum menuju usia ke-500 Jakarta harus dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan budaya lokal.

Dengan semangat Hari Jadi Jakarta ke-498, Sarasehan III menjadi titik tolak baru bagi masyarakat Betawi untuk lebih aktif terlibat dalam pembangunan, melalui penguatan kelembagaan adat dan regulasi budaya yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

“Percepatan revisi Perda adalah bagian dari kehormatan budaya kita. Ini bukan hanya kepentingan segelintir pihak, tapi cita-cita kolektif masyarakat Betawi,” tutup Beky.
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>