28 Januari 2026 | Dibaca: 1648 Kali
Seminar Nasional Bulan K3 2026 Tekankan Bahaya Kimia Di Tempat kerja

Seminar Bulan K3 Nasional 2026 Tekankan Bahaya Kimia di Tempat Kerja
Jakarta – Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, Seminar bertema “Chemical Hazard at Workplace” digelar di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini menekankan pentingnya pengendalian bahaya bahan kimia di lingkungan kerja serta penguatan edukasi K3 lintas usia guna menekan angka kecelakaan kerja.
Seminar yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti para pemangku kepentingan K3 dari berbagai sektor. Kegiatan menghadirkan dua seminar utama yang membahas bahaya bahan kimia di tempat kerja serta aspek kesehatan jantung pekerja, dan dilengkapi dengan pameran Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).
Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar K3 Jakarta, Waluyo, mengatakan seminar ini menjadi sarana edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya penerapan K3 secara konsisten dan terukur.
“Dalam K3, kunci utama keselamatan adalah pengujian dan pemeriksaan. Melalui pendekatan ini, potensi risiko dapat dikenali dan dikendalikan sejak awal sebelum menimbulkan kecelakaan kerja,” ujar Waluyo.
Selain seminar, rangkaian kegiatan juga diisi dengan demonstrasi pemadaman kebakaran serta pengenalan K3 bagi anak usia dini. Upaya tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk menanamkan kesadaran keselamatan sejak generasi awal.
Menurut Waluyo, edukasi K3 sejak dini penting untuk membentuk budaya kerja aman di masa depan. “Anak-anak perlu dikenalkan dengan konsep keselamatan agar ketika memasuki dunia kerja, kesadaran terhadap risiko sudah terbentuk secara alami,” jelasnya.
Ia menambahkan, rangkaian Bulan K3 Nasional 2026 akan berlangsung hingga esok hari. Melalui kegiatan ini, pemerintah mendorong dunia usaha dan industri agar semakin aktif menerapkan standar K3 secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
“Apabila risiko kerja dipahami dan dikendalikan dengan baik, maka angka kecelakaan kerja dapat ditekan. Edukasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci pencapaian target nasional penurunan kecelakaan kerja,” pungkasnya.