,
Muba Suara Journalist KPK. Jalan di Kampung 4 RT 4 Desa Sungai Dua Belum Diperbaiki, Masyarakat Resah Kecamatan Sungai Keruh  kabupaten musi...
Jakarta, Suara Journalis KPK. Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) Evert Nunuhitu datang ke Ombudsman (ORI) untuk melaporkan...
Pati, Suara Journalist KPK- Seorang oknum sektetaris desa yang berinisial W, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah...
Kupang, Suara Journalist KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera melakukan investigasi sehubungan dengan pemberian kredit Bank...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
27 Februari 2025 | Dibaca: 1788 Kali
Strategi Meningkatkan Ketahanan Industri dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

JAKARTA, 26 Februari 2025 – Para pakar ekonomi dan industri mendorong Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam diskusi publik bertajuk Pertumbuhan Ekonomi dan Ketahanan Industri yang diselenggarakan Next Policy dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) bertempat di Sekretariat ILUNI UI pada Rabu, 26 Februari. Target ambisius ini diharapkan dapat membawa Indonesia menjadi negara maju sebelum tahun 2038.

Dian Revindo - Associate Director LPEM FEB UI menekankan pentingnya peran industri dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi. “Industri harus memberikan nilai tambah dari produk mentah dan menopang sektor jasa,” ujarnya. Selain itu, beliau juga menyoroti tantangan deindustrialisasi yang dihadapi oleh Indonesia, di mana sektor manufaktur yang menyumbang 18% terhadap PDB telah mengalami penurunan Total Factor Productivity (TFP), serta banyak industri yang belum memiliki nilai tambah tinggi.

Solihin Sofian - Ketua Umum PPA Kosmetika menyoroti tantangan utama yang dihadapi industri Indonesia, salah satunya adalah serangan produk impor dari luar negeri akibat over produksi di negara besar seperti China. “Kebijakan pemerintah harus lebih selaras dalam mendorong industri lokal agar mampu bersaing di pasar global,” tambahnya. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM dan perlindungan terhadap produk dalam negeri melalui kebijakan yang lebih terintegrasi.

Sementara itu, Ketua Umum ILUNI UI Didit Ratam menegaskan bahwa Indonesia perlu lebih selektif dalam menentukan sektor industri prioritas untuk memastikan efektivitas kebijakan yang diterapkan. “Dari berbagai industri prioritas, kita harus kerucutkan yang paling prioritas dan membuat industrial policy yang jelas,” katanya. Ia juga menyoroti perlunya transformasi struktural, termasuk penyederhanaan regulasi hukum dan kemudahan investasi. “Langkah-langkah dalam berinvestasi harus dipersingkat dan dipermudah agar menarik lebih banyak investor berkualitas,” tambahnya.

Sebagai solusi, diskusi ini merekomendasikan pembentukan kebijakan industri yang lebih terfokus, penguatan investasi berkualitas, serta penyederhanaan regulasi untuk meningkatkan daya tarik investasi di Indonesia. Selain itu, penguatan rantai pasok industri dalam negeri dengan mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor juga menjadi fokus utama dalam mendukung ketahanan industri nasional.
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>