,
Muba Suara Journalist KPK. Jalan di Kampung 4 RT 4 Desa Sungai Dua Belum Diperbaiki, Masyarakat Resah Kecamatan Sungai Keruh  kabupaten musi...
Jakarta, Suara Journalis KPK. Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) Evert Nunuhitu datang ke Ombudsman (ORI) untuk melaporkan...
Pati, Suara Journalist KPK- Seorang oknum sektetaris desa yang berinisial W, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah...
Kupang, Suara Journalist KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera melakukan investigasi sehubungan dengan pemberian kredit Bank...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
17 Januari 2018 | Dibaca: 1575 Kali
Waketum Hanura: Elektabilitas Partai Anjlok Sejak Dipimpin OSO

Ketua DPD Oesman Sapta Odang menggelar open house pada hari kedua Lebaran di rumahnya di Jalan Karang Asem Utara, Jakarta, 26 Juni 2017.

Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Wishnu Dewanto mengatakan elektabilitas Hanura di berbagai lembaga survei turun pada masa kepemimpinan Oesman Sapta Odang atau OSO. Oesman menjabat Ketua Umum Hanura sejak Desember 2016.

"Elektabilitas kami turun, bahkan sampai 0,7 persen," ucap Wishnu di Hotel Ambhara, Jakarta, pada Senin, 15 Januari 2018.

Wishnu berujar, kekisruhan internal Hanura terjadi akibat ulah Oesman, mulai pergantian ketua dewan pengurus daerah yang tidak sesuai dengan regulasi partai hingga adanya pemalsuan tanda tangan. Tindakan Oesman yang melanggar pasal dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Hanura serta prinsip partai tersebut memunculkan kekhawatiran bagi partai ini menjelang pemilihan kepala daerah 2018 dan pemilihan presiden 2019.

Selain itu, tutur Wishnu, gaya kepemimpinan Oesman dikenal arogan dan tidak merepresentasikan keinginan kader, sehingga banyak kader yang tidak nyaman. "Komunikasi politik dia juga tidak baik," ucapnya.

Wishnu mengatakan, jika elektabilitas ini tidak segera diperbaiki, itu akan berdampak pada kader yang akan diusung dalam pemilihan legislatif. "Jika elektabilitasnya buruk gini, nanti enggak ada yang maju," ujarnya.

Persoalan-persoalan tersebut juga yang, menurut Wishnu, mendorong Dewan Pengurus Pusat Hanura memecat Oesman sebagai ketua umum dan menunjuk Wakil Ketua Umum Daryatmo sebagai pelaksana tugas ketua umum. "Ini langkah untuk menyelamatkan partai," tuturnya.

Wishnu menyatakan surat keputusan pemecatan Oesman Sapta Odang dan penunjukan Daryatmo sebagai plt ketua umum akan segera dikeluarkan. Hanura juga sudah mengagendakan musyawarah nasional luar biasa dalam pekan ini. "Kami akan perbaiki struktur kembali dan mempersiapkan diri untuk pilkada," ujar Whisnu.

Berita Lainnya
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>