20 November 2019 | Dibaca: 3817 Kali
WSO (World Safety Organitation) Indonesia Gelar Seminar Dan Awarding 2019 Di Jakarta

Keselamatan kerja dan kesehatan kerja atau yang lebih kita kenal dengan K3 sudah menjadi isu atau konsen di dunia internasional. Pasalnya WSO (World Safety Organitation) merupakan salah satu organisasi di dunia yang konsen terhadap isu K3.
Baru-baru ini WSO menyelenggarakan WSO Award dan seminar tentang K3. Mengambil tema "Path To the world Class safety culture Level" acara ini sukses digelar pada hari Selasa (19/11/2019) di balai Sarbini Jakarta.
Acara yang di gelar selama satu hari tersebut dihadiri oleh ratusan peserta dari latar belakang perusahaan dan organisasi yang berbeda. Pembicara yang dihadirkan dalam acara ini pun sangat berkompeten di bidangnya diantaranya dari sektor migas, Pertambangan, kontruksi serta Perusahaan manufaktur.
Acara ini sedianya akan di buka oleh menteri tenaga kerja namun diwakili oleh direktur Bina Penegakan Hukum Kementerian tenaga kerja Brigjen Pol. Drs Iswandi Hari, SH, MSI. Sebagai keynotch speach pada acara ini sedianya akan diisi oleh menteri PUPR namun diwakili oleh dirjen PUPR Dr Ir Putut Marhayadi,MM.
Dalam jumpa pers yang digelar seusai acara Soehatman Ramli, Dip SM, IASP, selaku ketua WSO Indonesia menyatakan bahwa ini adalah event kami yang ke-2 dasar penyelenggaraan ini adalah kami ingin membudayakan K3 di Indonesia.
Acara ini adalah agenda tahunan kami selain seminar acara ini juga diisi oleh pemberian award kepada perusahaan yang konsen terhadap K3 yaitu PT. Waskita karya, kategori organisasi K3 yaitu APKPI dan kategori tokoh yang peduli terhadap K3 yaitu Rudiyanto Direktur BKI (Biro Klasifikasi Indonesia) dan ketua DK3N. Dan yang terakhir adalah kategori lembaga K3 yang dalam hal ini diterima oleh universitas Binawan.
Soehatman menambahkan urgensi dari acara ini adalah karena tahun depan K3 di Indonesia sudah genap berusia 50 tahun. Target pemerintah di tahun 2020 adalah Indonesia berbudaya K3 namun kami melihat hal ini belum bisa tercapai hal ini ditandai dari masih banyaknya angka kecelakaan kerja di Indonesia.
Terkait hal itu kami mengumpulkan pembicara-pembicara yang berkompeten di bidangnya ini untuk bersama-sama bersinergi membangun budaya K3 di indonesia. Ini merupakan salah satu upaya kami kedepan dalam hal pembudayaan K3 di Indonesia terangnya.
Ir. Edy Suprianto Mapp.sc.selaku pengurus APKPI dan Sekjen dari WSO menambahkan bahwa sistem penilaian yang kami gunakan menggunakan sistem kuisioner dan telah melalui proses verifikasi serta di presentasikan jadi hasilnya real dan objektif jelasnya.
Tujuan lain dari acara ini adalah kami ingin para peserta bisa mengikuti jejak para penerima penghargaan ini. Maka para penerima penghargaan kami minta untuk melakukan sharing sesion pada acara kali ini jelasnya.
Dalam sesi seminar yang kedua kami juga akan melakukan pengukuran budaya K3 jadi sifatnya teknis bukan lagi strategis.Ia berharap kedepan acara ini akan digelar lagi dan bentuknya bukan seminar lagi tetapi simposium yang akan diikuti oleh peserta yang lebih banyak lagi. Selain itu ia juga berharap kegiatan ini diharapkan bisa mempengaruhi pemikiran orang-orang Indonesia terutama praktisi K3 di Indonesia dan K3 bisa benar-benar bisa menjadi budaya di Indonesia pungkasnya.