,
Muba Suara Journalist KPK. Jalan di Kampung 4 RT 4 Desa Sungai Dua Belum Diperbaiki, Masyarakat Resah Kecamatan Sungai Keruh  kabupaten musi...
Jakarta, Suara Journalis KPK. Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) Evert Nunuhitu datang ke Ombudsman (ORI) untuk melaporkan...
Pati, Suara Journalist KPK- Seorang oknum sektetaris desa yang berinisial W, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah...
Kupang, Suara Journalist KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera melakukan investigasi sehubungan dengan pemberian kredit Bank...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
14 Juli 2026 | Dibaca: 820 Kali
Kades Boven Digoel: Program Kepala Desa Masuk Kampus Tingkatkan Kapasitas Pemimpin Desa

Depok, 13 Juli 2026 – Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa menyelenggarakan Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II sebagai bagian dari Program Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 13–16 Juli 2026 di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, ini menjadi upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan kapasitas kepala desa dan kepala kampung dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, inovatif, dan berbasis data.

Program ini dirancang untuk memperkuat kepemimpinan para kepala desa dalam menghadapi tantangan pembangunan sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang berangkat dari potensi lokal. Melalui kolaborasi dengan Universitas Indonesia, para peserta mendapatkan pembelajaran langsung dari akademisi dan praktisi mengenai berbagai aspek penting penyelenggaraan pemerintahan desa.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan seremoni pembukaan yang dihadiri jajaran Kementerian Dalam Negeri serta Universitas Indonesia. Agenda pembukaan meliputi sambutan Rektor Universitas Indonesia, kuliah umum sekaligus pembukaan resmi oleh Menteri Dalam Negeri, serta pertukaran cenderamata antara Kemendagri dan Universitas Indonesia sebagai simbol penguatan sinergi pemerintah dan perguruan tinggi dalam membangun desa.

Selama empat hari, peserta mengikuti berbagai materi, antara lain Governansi dan Kepemimpinan Strategis, Tata Kelola Pemerintahan Desa, Manajemen Informasi Publik, Perencanaan, Keuangan dan Aset Desa Berbasis Data, Hilirisasi, BUMDes dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Peran Pemerintah Desa terhadap Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan, hingga Inovasi Sosial dan Kemitraan.
Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dari Provinsi Bali, misalnya, sebanyak 16 kepala desa dari Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem, Buleleng, dan Kota Denpasar mengikuti program ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan desa di daerah.

Salah satu peserta, Kepala Kampung Sokanggo, Kecamatan Mandobo, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, Martinus W., mengaku bersyukur memperoleh kesempatan mengikuti program tersebut. Menurutnya, Program Kepala Desa Masuk Kampus memberikan pengalaman dan wawasan baru yang sangat bermanfaat, terutama bagi kepala kampung dari wilayah terpencil.
"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah karena sudah melibatkan kami yang datang dari daerah yang sangat jauh untuk mengikuti kegiatan ini. Program seperti ini sangat bermanfaat bagi kami dalam meningkatkan pengetahuan dan kapasitas sebagai kepala kampung," ujar Martinus.

Ia menjelaskan, dari Provinsi Papua Selatan hanya terdapat empat kepala kampung yang menjadi peserta, berasal dari dua kabupaten. Sementara dari Kabupaten Boven Digoel sendiri hanya dua kepala kampung yang memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan tersebut.

"Saya dari Kampung Sokanggo, Kecamatan Mandobo, Kabupaten Boven Digoel. Satu peserta lagi berasal dari Kampung Miri, Kecamatan Jair. Kami merasa mewakili Papua Selatan dalam kegiatan ini," katanya.
Martinus berharap Program Kepala Desa Masuk Kampus dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak aparatur pemerintahan kampung di seluruh Indonesia. Menurutnya, peningkatan kapasitas tidak hanya perlu diberikan kepada kepala kampung, tetapi juga kepada unsur penyelenggara pemerintahan lainnya, seperti Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam).

"Harapan kami program ini bisa terus dilanjutkan. Kalau bisa bukan hanya kepala kampung, tetapi juga Bamuskam agar mereka juga mendapatkan materi, pemahaman, dan pengetahuan yang sama dalam membangun kampung," tuturnya.
Terkait pembangunan di wilayahnya, Martinus menyampaikan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kampung Sokanggo telah berjalan, sedangkan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) masih dalam tahap proses.

Ia juga berharap kesempatan mengikuti program serupa dapat diperluas bagi seluruh kampung di Kabupaten Boven Digoel yang berjumlah sekitar 112 kampung.

"Di Kabupaten Boven Digoel ada sekitar 112 kampung, tetapi yang mendapat kesempatan mengikuti program ini baru dua kampung. Harapan kami ke depan seluruh kampung bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti program seperti ini," pungkasnya.

Melalui Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II, Kementerian Dalam Negeri berharap lahir pemimpin-pemimpin desa dan kampung yang semakin profesional, visioner, inovatif, serta mampu mempercepat terwujudnya desa yang maju, mandiri, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>