01 Oktober 2019 | Dibaca: 2181 Kali
Kepala PUSPIPTEK Serpong Dr.Ir. Setiawati. M.A Resmi Membuka Acara PUSPIPTEK Short Movie Competition (PSMC)

Tangerang Selatan (1/10/2019) - PUSPIPTEK Short Movie Competition (PSMC) merupakan kompetisi pembuatan film pendek pertama yang diselenggarakan oleh Satuan Kerja Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang merupakan naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
Kompetisi ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengajak remaja Indonesia agar menceritakan tentang inovasi sains, teknologi maupun sosial yang berada di sekitar mereka melalui visualisasi dalam bentuk film pendek. Tema “Innovation Without Limits” diangkat untuk membuktikan bahwa walaupun tidak berada dalam laboratorium, setiap orang bisa berinovasi dengan bebas dan tanpa batas.
PUSPIPTEK Short Movie Competition adalah Pra Event rangkaian acara PUSPIPTEK Innovation Festival 2019 (PIF 2019) berupa kompetisi pembuatan film pendek yang diperuntukan bagi siswa SMA/SMK/MA/sederajat dan Mahasiswa.
PSMC terdiri dari dua tahapan seleksi yaitu seleksi awal yang diadakan mulai tanggal 24 Juli 2019 - 20 September 2019. Pada seleksi awal telah dipilih 10 TIM Finalis untuk masuk ke babak seleksi Final.
10 Tim finalis terpilih berasal dari SMK Umar Fatah Rembang, SMK Negeri 2 Depok Sleman, SMA Negeri 1 Kuta, SMA Pradita Dirgantara, SMK Sahid Jakarta, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Universitas Jambi, Universitas Tidar.
Pada saat seleksi final, finalis akan mengikuti workshop dan karantina selama 5 hari yang dilaksanakan mulai tanggal 29 September 2019 sampai dengan 3 Oktober 2019 dimana mereka akan membuat film pendek berdurasi 3 menit dan berkolaborasi dengan peneliti perempuan Indonesia. Sesuai dengan tagline acara PIF 2019 yaitu “Perempuan Berbicara Inovasi”, maka finalis akan menyorot aktivitas dan hasil karya inovasi peneliti perempuan yang berada di kawasan PUSPIPTEK.
Acara ini dibuka oleh Dr.Ir. Setiawati. M.A selaku kepala PUSPIPTEK Serpong. Dalam wawancara singkat kepada awak media Setiawati mengatakan acara ini merupakan acara yang ketiga kalinya diselenggarakan namun ada sesuatu hal yang berbeda dari acara sebelumnya. Perbedaannya adalah ini inovation project jadi PIF menjaring semua kalangan dari yang usia muda sampai yang sudah senior untuk mengikuti acara ini. Acara ini sifatnya festival jadi semua hasil penelitian nantinya akan dipresentasikan jelasnya.
Dalam acara ini kami ingin memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya teknologi imbuhnya.
Tema dari acara ini adalah Inovation wihaout limit. Yang berarti kami ingin menjelaskan ke publik bahwa sesungguhnya inovasi itu tidak ada batasan. Usia, latar belakang pendidikan tidak menjadi batasan dalam berinovasi yang terpenting adalah idenya. Jadi siapapun bisa melakukan inovasi dan menghasilkan produk dan tidak hanya terbatas di Puspiptek saja jelasnya.
PUSPIPTEK ingin mengajak semua masyarakat aktif melakukan inovasi-inovasi jadi kita jangan hanya menjadi masyarakat pengguna teknologi saja tetapi harus menjadi masyarakat penemu ujarnya.
Terkait short movie competition kita ingin mengangkat tema dari perempuan. Alasannya adalah dari statistik demografi jumlah perumpuan dan laki-laki seimbang. Jika dilihat dari aspek ekonomi UMKM perempuan lebih dominan dengan angka 65% dengan kata lain ekonomi Indonesia juga disokong oleh kaum perempuan. Maka perlu ada sosialisasi atau edukasi teknologi dan inovasi agar produk yang mereka hasilkan memiliki nilai tambah.
Dalam event ini kami memilih 10 peneliti yang akan dibuat movienya. Berbeda dengan tahun lalu yang menggunakan sistem writing pada tahun ini kita menggunakan video audio visual dengan tujuan agar lebih dimengerti dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Output lain yang ingin dicapai adalah kita ingin mahasiswa sekarang memiliki jiwa teknopreneur. Acara ini diikuti oleh 262 universitas se Indonesia dan nantinya tersaring 10 nama yang dipilih oleh dewan juri untuk maju ke babak seleksi final tandasnya.