08 Februari 2026 | Dibaca: 2105 Kali
Aliah Sayuti Tekankan Substansi Kepemimpinan Nasional di Pelantikan BMI DKI

Jakarta — Aktivis perempuan sekaligus Ketua DPC Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jakarta Timur, Aliah Sayuti, S.Hum., M.Hum., menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesia (BMI) Provinsi DKI Jakarta, Minggu (8/2). Dalam kesempatan tersebut, Aliah menekankan pentingnya substansi dan kualitas kepemimpinan nasional menjelang kontestasi politik mendatang.
Aliah menyoroti kecenderungan pragmatis dalam proses pemilihan calon wakil presiden. Menurutnya, sosok pendamping presiden seharusnya dipilih berdasarkan kapasitas, integritas, serta kemampuan manajerial yang sepadan, bukan semata sebagai instrumen pendulang suara.
“Saya berharap calon presiden memilih wakil presiden tidak hanya demi kemenangan elektoral. Sosok tersebut harus mampu mengimbangi presiden dalam memimpin bangsa dan negara,” tegas Aliah di hadapan peserta pelantikan.
Diskusi kemudian berkembang pada tantangan generasi muda dalam menghadapi Pemilu 2029. Aliah menilai praktik politik uang, termasuk pembagian sembako, masih menjadi persoalan serius yang rawan memengaruhi pemilih pemula dengan janji-janji instan.
Ia mengapresiasi meningkatnya kesadaran politik di kalangan anak muda. Namun demikian, Aliah mengingatkan bahwa tingkat literasi politik yang tinggi harus diiringi dengan kejelian membaca dinamika dan manuver kekuasaan.
“Melek politik saja tidak cukup jika tidak disertai kemampuan memilah kepentingan dan agenda di balik setiap keputusan politik,” ujarnya.
Secara terbuka, Aliah juga menyinggung strategi pemenangan yang dinilainya mulai bergeser ke arah yang tidak sehat. Ia menyoroti isu integritas lembaga hukum yang kerap dicurigai menjadi bagian dari skenario politik untuk memuluskan kemenangan pihak tertentu.
“Anak muda harus peka. Jika bukan kita yang peduli, lalu siapa lagi?” kata Aliah, menekankan pentingnya sikap kritis dalam menyaring informasi dan narasi politik yang berkembang.
Selain itu, Aliah menyayangkan munculnya sikap oportunis di sebagian kalangan generasi muda. Ia menilai kecenderungan menjadi “penjilat kekuasaan” demi keuntungan pribadi jangka pendek justru mencederai semangat perubahan dan idealisme generasi penerus bangsa.
Menutup pernyataannya, Aliah mengajak seluruh elemen pemuda untuk saling mengingatkan dan menjaga komitmen kebangsaan. Menurutnya, kepentingan bangsa dan negara harus ditempatkan di atas ambisi pribadi maupun kepentingan kelompok.
“Perjuangan politik harus kembali pada marwah pengabdian,” pungkasnya.
Melalui momentum pelantikan DPD BMI DKI Jakarta ini, Aliah berharap semangat perubahan yang sehat, kritis, dan berintegritas dapat terus terjaga hingga menghadapi kontestasi politik nasional ke depan.