,
Muba Suara Journalist KPK. Jalan di Kampung 4 RT 4 Desa Sungai Dua Belum Diperbaiki, Masyarakat Resah Kecamatan Sungai Keruh  kabupaten musi...
Jakarta, Suara Journalis KPK. Ketua Umum Gerakan Rakyat Peduli Keuangan Negara (GRPKN) Evert Nunuhitu datang ke Ombudsman (ORI) untuk melaporkan...
Pati, Suara Journalist KPK- Seorang oknum sektetaris desa yang berinisial W, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah...
Kupang, Suara Journalist KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu segera melakukan investigasi sehubungan dengan pemberian kredit Bank...
Makassar, Suara Journalist KPK  Tim penyidik kejaksaan menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan perpustakaan...
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe seakan tak henti-hentinya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus yang membelitnya cukup...
30 September 2025 | Dibaca: 2018 Kali
Poros Tengah Digaungkan: Eksponen Fusi 1973 Ingin PPP Jadi Rumah Besar Umat

Jakarta, 30 September 2026 – Sejumlah eksponen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari empat unsur fusi Islam tahun 1973 (NU, Parmusi, Syarikat Islam, dan Perti) menggelar pertemuan bertajuk “Poros Tengah adalah Penentu” di rumah almarhum Rusli Halil, salah satu pendiri PPP, di Jalan Gereja No. 24, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Selasa (30/9/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri calon Ketua Umum PPP, Prof. Dr. KH. Husnan Bey Fananie, serta sejumlah tokoh senior partai. Agenda ini digelar sebagai tanggapan atas dinamika dan polemik yang mengiringi Muktamar X PPP.

Dalam pernyataan yang dibacakan, eksponen fusi menekankan pentingnya mengembalikan PPP pada hittah 1973 sebagai rumah besar umat Islam. Mereka menilai partai mengalami krisis kepemimpinan akibat konflik internal dan perebutan posisi, sehingga berpotensi menjauh dari semangat awal persatuan.

“PPP lahir dari penyatuan empat kekuatan Islam. Partai ini adalah rumah besar umat, bukan milik segelintir elit,” demikian salah satu pernyataan yang disampaikan dalam forum.

Eksponen juga menyerukan agar pelaksanaan Muktamar X yang dinilai bermasalah dikaji ulang, bahkan mendesak agar muktamar ulang dapat dilaksanakan sebelum 2025 berakhir. Momentum muktamar, menurut mereka, semestinya menjadi sarana konsolidasi, bukan pertarungan kepentingan sesaat.

Selain itu, mereka meminta pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto sebagai pembina politik nasional, untuk memberi perhatian dan solusi agar konflik internal PPP tidak semakin berlarut.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan penegasan komitmen menjaga PPP sebagai kekuatan moral politik bangsa dan saluran aspirasi umat Islam di Indonesia.
Jl. Sunan Drajad No. 2B, Kel. Jati. Kec. Pulo Gadung
Kota Jakarta Timur. DKI Jakarta 13220
Telp. : 021 4786 3331
Mobile/HP : 0813.8438.7157 -

Perwakilan Jawa Tengah
Omah Journalis.
Jl. Raya Pati - Jepara
Desa Payak Barat, RT. 09/RW III. Kec. Cluwak, Kab. Pati
Kode Pos 59157. Telp/WA. : 0878 1504 0283
>