Rahmat Hidayat : Kalaupun ada upaya ingin menggagalkan, artinya akan berhadapan dengan pak Bupati kita.
Jakarta, SuaraJournalistKPK.ID | Ketua tim peremajaan Kelapa Sawit Dinas Perkebunan Musi Banyuasin, Rahmat Hidayat mengaku tau bahwa para anggota KUD Sumber Jaya Lestari kisruh mengenai RAB program peremajaan kelapa sawit (replanting), namun ia justru menyalahkan anggota KUD yang menannyakan hal tersebut.
“iya memang mereka sempat menuntut mengupas RAB itu ke pengurus KUD, jadi seakan mereka tidak percaya pada pengurus KUD. Setelah itu terlaksana dan di tuangkan dalam berita acara. Eh, lagi-lagi mereka masih
nyeleneh dalam Bahasa kito. Entah apa maksud mereka tidak senang, pasti ada hal lain yang di luar kontex KUD”. Kata Rahmat di ruangannya, kantor Dinas Perkebunan Musi Banyuasin, Sumatera Selatan., Senin (26/6/18).
Menurut Rahmat, program percontohan nasional tersebut sudah sesuai dengan prosesur dan tidak ada masalah secara tehnis.
“jadi saya tidak tahu pasti dinamika apa yang terjadi di lapangan, yang pasti secara tehnis program ini tidak ada masalah, kalaupun ada yang bilang ini, saya complain saya tidak terima. Secara prosedur sudah benar, sudah berjalan dengan baik. Kalaupun ada upaya ingin menggagalkan, artinya akan berhadapan dengan pak Bupati kita.” Tegasnya.
Di sisi lain, banyak anggota KUD yang tergabung dalam program yang menggunakan dana BPDPKS tersebut mengeluh terkait kinerja KUD SJL.
Baca :
Penggunaan dana BPDPKS Diduga Bermasalah, Ketua KUD SJL “Maen Petak Umpet”
Sementara itu, entah apa keterkaitannya dengan pemilihan legislative dengan program
replanting Musi Banyuasin. Namun, Rahmat Hidayat mengungkapkan bahwa AG (ketua umum KUD SJL) tengah berjuang sendiri di luar context KUD untuk maju sebagai anggota DPR Provisi dapil Muba.
“Sekedar informasi bahwa pak AG ini berjuang sendiri diluar kontext KUD pak AG ini sedang berjuang di 2019 Caleg Propinsi dari partai Golkar, ini pak agus sendiri yang cerita kepada saya.” Katanya.
(red)